Konflik Palestina vs Israel

Tiga Tentara Israel Tewas Diledakkan dalam Tank, Seorang Perwira IDF Luka Parah

Tiga tentara Israel tewas dalam ledakan tank selama serangan darat di Jabalia di Jalur Gaza utara pada Senin

Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/Telegram
Video: Pejuang Hamas mengibarkan bendera di tank Israel lalu membakarnya. 

SERAMBINEWS.COM - Tiga tentara Israel tewas dalam ledakan tank selama serangan darat di Jabalia di Jalur Gaza utara pada Senin, kata militer Israel.

Sayap bersenjata Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, mengatakan di saluran Telegramnya bahwa tiga orang tewas setelah "perlawanan menargetkan tank mereka selama pertempuran di Jalur Gaza."

Militer mengidentifikasi para prajurit tersebut sebagai Sersan Shoham Menahem (21 tahun), Sersan Shlomo Yakir Shrem (20 tahun), dan Sersan Yuliy Faktor (19 tahun), semuanya dari Batalyon Korps Lapis Baja ke-52, Brigade 401.

Seorang perwira juga mengalami luka serius dalam insiden tersebut.

Penyebab ledakan belum diketahui secara pasti.

Radio Angkatan Darat melaporkan bahwa penyelidikan awal mengarah pada kecelakaan operasional, di mana salah satu peluru tank meledak di dalam, meskipun kemungkinan serangan rudal anti-tank oleh militan Palestina belum dikesampingkan.

Militer mengatakan insiden itu sedang diselidiki.

Sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, 893 tentara Israel telah tewas.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, setidaknya 58.386 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel.

Hamas mengatakan pada hari Senin bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "tidak ingin mencapai kesepakatan apa pun" mengenai gencatan senjata Gaza.

"Netanyahu mahir menggagalkan putaran negosiasi, satu demi satu, dan tidak ingin mencapai kesepakatan apa pun," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kelanjutan perang Israel di Gaza mengancam nyawa para sandera dan tentara Israel, kata Hamas, seraya menambahkan bahwa "'kemenangan mutlak' yang dipromosikan Netanyahu adalah ilusi besar untuk menutupi kekalahan telak dan politik yang menghancurkan."

Sementara perundingan damai Gaza sedang berlangsung di Doha, Hamas dan Israel dalam beberapa hari terakhir saling menyalahkan sebagai penghambat tercapainya kesepakatan akhir.

 Sikap mereka terhadap penarikan pasukan Israel dari Gaza dilaporkan muncul sebagai sumber utama perselisihan.

Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) mengatakan pada hari Minggu bahwa negosiasi tidak langsung yang sedang berlangsung dengan Israel harus mengarah pada diakhirinya perang, penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza, pembukaan penyeberangan, dan rekonstruksi.

Baca juga: VIDEO Nyawa PM Israel Netanyahu Jadi Incaran Pasukan Elit Iran

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved