Sabtu, 16 Mei 2026

Mengenal Druze, Suku Arab yang Dilindungi Israel di Suriah

Suku Druze sendiri merupakan salah satu kelompok etnoreligius yang hidup di Timur Tengah, terutama di Suriah, Lebanon, Israel, dan Yordania.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar
DRUZE - Komunitas Druze di Israel memprotes UU negara Yahudi di Tel Aviv, Israel, Sabtu (4/8). 

SERAMBINEWS.COM - Israel melancarkan serangan udara di dekat markas besar militer dan Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus, Rabu (16/7/2025), usai konflik berdarah antara pasukan Suriah dan kelompok Druze di selatan negara itu.

Stasiun televisi Pemerintah Suriah melaporkan, serangan udara menghantam Lapangan Umayyah yang berada tak jauh dari kompleks markas militer di pusat kota Damaskus.

Sebelumnya, puluhan orang tewas dalam bentrokan antara loyalis pemerintah dan milisi Druze di kota Suwayda, Suriah selatan, yang mendorong pasukan Suriah untuk campur tangan.

Konflik ini kemudian memicu serangan udara Israel yang berulangkali menyampaikan komitmen untuk melindungi Druze dengan memperluas jangkauannya di Suriah selatan.

Lantas, apa itu Druze dan mengapa Israel membelanya? 

Mengenal Druze

Suku Druze sendiri merupakan salah satu kelompok etnoreligius yang hidup di Timur Tengah, terutama di Suriah, Lebanon, Israel, dan Yordania.

Mereka juga memiliki kepercayaan yang unik dan berbeda dengan agama-agama lain yang dianut di Timur Tengah.

 Suku ini diketahui berasal dari Islam Syiah Ismailiyah yang berkembang sejak abad ke-10 Masehi.

Mereka mengikuti ajaran Hamzah bin Ali bin Ahmad, seorang pemimpin agama dan politik yang sempat mengklaim bahwa dirinya adalah wakil Tuhan di Bumi. 

Druze adalah kelompok keagamaan minoritas yang sebagian besar tinggal di Suriah, Lebanon, dan Israel. Kelompok ini jumlahnya sekitar satu juta orang.

Druze dikenal dengan sistem doktrin yang eklektik atau beragam dan kohesi serta kesetiaan di antara para anggotanya.

Kesetiaan itulah yang memungkinkan mereka mempertahankan identitas dan keyakinan khasnya selama berabad-abad.

Druze dideklarasikan sebagai agama monoteistik dan diimani secara diam-diam dengan mengintegrasikan unsur-unsur Islam, Hindu, dan filsafat Yunani.

Druze tidak memperbolehkan orangnya berpindah agama, baik dari atau ke agama itu, dan tidak boleh melakukan perkawinan campur.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved