Sabtu, 16 Mei 2026

Mengenal Druze, Suku Arab yang Dilindungi Israel di Suriah

Suku Druze sendiri merupakan salah satu kelompok etnoreligius yang hidup di Timur Tengah, terutama di Suriah, Lebanon, Israel, dan Yordania.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar
DRUZE - Komunitas Druze di Israel memprotes UU negara Yahudi di Tel Aviv, Israel, Sabtu (4/8). 

Mereka juga tidak melakukan dakwah dan melestarikan praktik keagamaan mereka keagamaannya dalam komunitas.

Di Suriah, komunitas Druze terkonsentrasi di sekitar tiga provinsi utama yang dekat dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel di selatan negara itu.

Baca juga: Israel Kembali Serang Suriah, Klaim Dukung Suku Druze Lawan Pasukan Pemerintah

Druze dilindungi Israel
  

Lebih dari 20.000 Druze tinggal di Dataran Tinggi Golan, sebuah dataran tinggi strategis yang direbut Israel dari Suriah selama Perang Enam Hari pada 1967, sebelum secara resmi mencaploknya pada 1981.

Druze berbagi wilayah tersebut dengan sekitar 25.000 pemukim Yahudi, yang tersebar di lebih dari 30 permukiman.


Sebagian besar Druze yang tinggal di Golan mengidentifikasi diri sebagai warga Suriah dan menolak tawaran kewarganegaraan Israel ketika Israel merebut wilayah tersebut.

Mereka yang menolak diberikan kartu penduduk Israel, tetapi tidak dianggap sebagai warga negara Israel, sebagaimana dilansir CNN.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, Israel memiliki aliansi dan ikatan persaudaraan yang erat dengan orang Druze.

Saat ini, ada sekitar 130.000 warga Druze Israel tinggal di Karmel dan Galilea di utara Israel.

Berbeda dengan komunitas minoritas lainnya di dalam perbatasan Israel, pria Druze berusia di atas 18 tahun diwajibkan militer Israel sejak 1957 dan seringkali menduduki jabatan tinggi, sementara banyak yang meniti karier di kepolisian dan pasukan keamanan.

Pemerintah Israel juga telah secara sepihak mendeklarasikan zona demiliterisasi di Suriah yang melarang masuknya pasukan dan senjata ke Suriah selatan, menurut kantor Perdana Menteri Israel.

Pemerintah Suriah telah menolak deklarasi zona demiliterisasi Israel dan, bersama dengan komunitas internasional, telah berulang kali mendesak Israel untuk menghentikan tindakan militer yang melanggar kedaulatannya.

Baca juga: VIDEO - Beringas! Israel Bombardir Kemenhan Suriah, Klaim Dukung Suku Druze, Asap Tebal Membumbung

Druze melawan
 

Setelah menggulingkan Bashar Al-Assad, Presiden baru Suriah Ahmed Al-Sharaa menjanjikan inklusivitas dan bersumpah untuk melindungi semua komunitas beragama di Suriah.

Akan tetapi, kelompok ekstremis yang setia kepadanya terus melakukan kekerasan terhadap minoritas agama.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved