Opini
Integrasi Pendidikan Suatu Konsep Kejayaan Aceh
Rektor (ketika itu disebut Teungku Syiek) universitas Islam pertama di Asia, Zawiyah Cot Kala Peureulak, Syekh Abdullah Kan'an mendapat
Ke depan Iran diproyeksikan akan kembali menjadi negara adi kuasa setelah pada abad 17 menjadi negara super power khilafah Safawiyah. Iran menerima label negara berteknologi canggih kalahkan Jerman dan Italia. Iran termasuk di antara lima negara yang berlomba untuk menjadi negara adidaya teknologi di masa depan (sindonews.com edisi 27/04/23).
Pasca Revolusi di Iran tahun 1979 terjadi perubahan yang sangat signifikan dan fundamental bahwa sistem pendidikan di Iran harus disesuaikan dengan prinsip prinsip Islam. Hal ini dilakukan agar generasi Iran menjadi muslim yang memiliki komitmen yang kuat untuk kebangkitan Islam dan umat Islam.
Meskipun Iran puluhan tahun belakangan ini terisolasi oleh embargo dalam banyak hal tetapi mereka mampu memproduksi hasil teknologi modern, sains tidak hanya teknologi persenjataan dan nuklir tetapi juga kendaraan dan teknologi lainnya. Hal ini karena rakyat Turki dan Iran mengenal sejarah kejayaan bangsanya di masa silam sehingga memantik semangat untuk kembali bangkit menjadi negara kuat dan sejahtera.
Kehadiran Snouck Hurgronje sebagai seorang orientalis dan konsultan perang yang dikirim kerajaan Belanda akhir abad 19 tidak hanya mengeliminasi dan membatasi peran ulama Aceh agar tidak terlibat politik praktis tetapi telah mampu melahirkan pemisahan antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan lainnya untuk mengalahkan dan menghambat kebangkitan Aceh melalui sekularisasi pendidikan.
Selama ini sejarah Aceh telah diselewengkan. Banyak bukti bukti sejarah telah dihilangkan untuk mengaburkan fakta sejarah sehingga menghambat semangat kebangkitan Aceh.
Saatnya pendidikan Aceh untuk melakukan reintegrasi untuk melahirkan intelektual yang memiliki iman dan taqwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi serta setiap para generasi Aceh harus mengenal sejarah kebesaran dan kejayaan bangsanya.
Pendidikan di Aceh harus kembali menyatukan (integrasi) antara ilmu agama dan ilmu sains dan teknologi. Suatu perkembangan yang menggembirakan saat ini ribuan Dayah yang sudah mengintegrasikan dengan pendidikan umum dengan model asrama (boording school). Sekolah umum yang mengajarkan membaca Alquran dan ilmu Islam untuk anak didiknya seperti program unggulan 1 hari satu ayat di Pidie dan pendidikan Diniyah di beberapa kabupaten lainnya.
Dayah MUDI Mesjid Raya yang sudah lahir sejak Sultan Iskandar Muda saat ini memiliki Universitas (UNISAI) menjadi pelopor integrasi pendidikan menuju kebangkitan Aceh di tahun 2040.
Semoga ke depan kita menyaksikan universitas di Aceh akan mengadopsi sistem pendidikan Dayah. Saatnya men-dayah-kan kampus dan meng-kampus-kan Dayah.
*) PENULIS adalah alumni Dayah MUDI - UNISAI dan PPs UIN Ar-Raniry serta pemerhati reintegrasi pendidikan di Pidie.
| Masa Depan Pertanian Aceh Pascabanjir |
|
|---|
| Transformasi Digital dan Stabilitas Makroekonomi Mesin Penggerak Pertumbuhan Ekonomi |
|
|---|
| Polri sebagai Penopang Harapan di Tengah Bencana |
|
|---|
| Belajar Sabar dari Aceh yang Terluka |
|
|---|
| Saat Pemimpin tak Hadir di Tengah Bencana: Dilema Etika Antara Hak Personal & Tanggung Jawab Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mukhtar-Syafari-4849.jpg)