Katherine Shakdam Bantah Berhubungan Seks dengan Para Petinggi Iran
Ia membantah semua tuduhan yang menyebutnya telah melakukan hubungan seksual dengan 120 pejabat tinggi Iran.
Ia bahkan berhasil mewawancarai Presiden Ebrahim Raisi dan menghadiri konferensi-konferensi pro-Palestina.
Namun di balik itu, ia diduga kuat sebagai agen intelijen Mossad.
Baca juga: Satria Kumbara Ingin Pulang, Minta Maaf dan Mohon Pertolongan Prabowo
Baca juga: Demi Gajah, Prabowo Tambah Hibah Lahan di Aceh jadi 90.000 Hektare
Di bawah kedok jurnalis, ia membangun hubungan erat dengan para istri pejabat, personel militer, dan tokoh agama.
Informasi yang diperoleh disinyalir bocor ke Israel dan membantu operasi terhadap fasilitas nuklir dan tokoh IRGC Iran antara 2022–2024.
News 18 sebelumnya melaporkan bahwa Perez-Shakdam masuk ke Iran dua tahun lalu sebagai mata-mata rahasia.
"Dia dilaporkan menyusup ke dalam urusan internal negara itu, memainkan peran kunci dalam keberhasilan operasi Israel," demikian laporan News 18.
Ia juga dituduh yang membocorkan sejumlah rahasia penting Iran termasuk keberadaan para jenderal militer dan pejabat top Teheran yang kemudian terbunuh dalam serangan Israel.
Namun dugaan itu juga dibantah oleh Kantor Berita Asia Barat (WANA) milik pemerintah.
Kantor berita tersebut mengatakan tidak ada tanda-tanda spionase yang ditemukan dalam kasus Shakdam.
"Lembaga keamanan dan peradilan Iran telah dengan jelas menyatakan bahwa tidak ada dokumen atau laporan yang menunjukkan perilaku tidak bermoral, komunikasi mencurigakan, atau tindakan ilegal yang dilakukan oleh Shakdam selama berada di Iran," laporan WANA.
Baca juga: Gedung Pasar Aceh Lama Akan Dirobohkan, Sejumlah Pedagang di Relokasi
Baca juga: Wali Nanggroe Aceh, Perlu Tim Adhoc Awasi Dana Otsus Aceh
Kehidupan Ganda
Shakdam sekarang bekerja sebagai analis politik dan juru bicara untuk organisasi pro-Israel yang disebut 'We Believe in Israel'.
Ia pertama kali menarik perhatian otoritas Republik Islam ketika ia menerbitkan sebuah artikel di surat kabar berbahasa Inggris 'Yemen Observer'; yang mengkritik intervensi AS di Irak.
Shakdam pindah ke negara itu pada tahun 2009 setelah menikah dengan seorang pria Yaman. Pasangan itu kemudian berpisah dan memiliki dua anak.
Tulisan-tulisan dan pandangan publik Shakdam akhirnya membawanya diundang untuk tampil di radio dan televisi pemerintah Iran sebagai suara Barat yang kritis terhadap kebijakan luar negeri Barat, khususnya Amerika Serikat.
Undangan-undangan ini membuka pintu bagi Shakdam ke lingkaran dalam kekuasaan di Iran.
Katherine Shakdam Agen Mossad
Skandal Seks Pejabat Iran
Iran
Perang Iran dan Israel
Profil Katherine Shakdam
120 Pejabat Iran Tidur dengan Agen Mossad
Agen Mossad di iran
| Uranium Iran Jadi Target Baru, AS Dihadapkan Operasi Militer Paling Rumit |
|
|---|
| Ini Deretan Negara Terdampak Blokade Selat Hormuz, Ada Italia, Inggris, Jerman hingga Indonesia |
|
|---|
| AS Tolak Usulan Moskow, Rusia Siap Angkut Uranium Iran demi Redakan Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Presiden Brasil Kritik Keras AS: Lula Sebut Trump Tak Berhak Mengancam Negara Lain |
|
|---|
| VIDEO Iran Berterima Kasih ke Rakyat Indonesia atas Donasi Rp 9 Miliar untuk Teheran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Katherine-Shakdam-Iran.jpg)