Minggu, 12 April 2026

Berita Viral

Berapa Gaji Tentara Bayaran Rusia Seperti Eks Marinir Satria Kumbara?

Satria Kumbara sendiri dikabarkan menerima gaji dasar 2.000 dolar AS atau Rp 32,5 juta per bulan, di luar tunjangan bonus dan insentif...

|
Editor: Nurul Hayati
Tiktok @zstorm689
SATRIA ARTA : Tangkapan layar dari Tiktok @zstorm689 pada Senin (21/7/2025). Gaji tentara bayaran Rusia seperti Satria Arta Kumbara mantan TNI AL. 

Satria Kumbara sendiri dikabarkan menerima gaji dasar 2.000 dolar AS atau Rp 32,5 juta per bulan, di luar tunjangan bonus dan insentif lainnya, mengutip The World.

SERAMBINEWS.COM - Penasaran berapa gaji yang ditawarkan pemerintah Rusia kepada para tentara bayaran hingga warga asing, termasuk dari Indonesia seperti Satria Kumbara nekat bergabung meski risiko yang dihadapi pun sangat besar?

Satria Kumbara sendiri dikabarkan menerima gaji dasar 2.000 dolar AS atau Rp 32,5 juta per bulan, di luar tunjangan bonus dan insentif lainnya, mengutip The World.

Jumlah ini belum termasuk uang makan, biaya hidup di barak, bonus risiko medan perang, serta kompensasi jika terluka atau gugur dalam tugas.

Sementara menurut laporan Dara Massicot, peneliti senior di Program Rusia dan Eurasia di Carnegie Endowment for International Peace yang dikutip The World, gaji bulanan prajurit asing berada di kisaran 2.000–3.000 dolar AS.

"Mereka menawarkan gaji pokok bulanan untuk tugas tempur sekitar 200.000 rubel, sekitar 2.000 dolar AS hingga 3.000 dolar AS," ujar Massicot.

Selain menawarkan gaji, Pemerintah Rusia melalui Kementerian Pertahanan (Minoborony) juga menyiapkan bonus tanda tangan kontrak bagi prajurit asing.

Baca juga: Fakta Baru Satria Arta Kumbara, Punya Gaya Hidup Hedon, Utang Hampir 1 M dan Judi Online

Presiden Rusia Vladimir Putin dan tentara Rusia di Mariupol, Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan tentara Rusia di Mariupol, Ukraina. (Kolase Foto Tribunnews)

Menurut laporan Reuters dan Substack BBC Russia, beberapa wilayah federasi Rusia bahkan menawarkan insentif awal senilai 1,9 juta rubel atau setara 21.800 dolar AS (Rp 327 juta) di Moskow.

Sementara di wilayah seperti Chelyabinsk dan Samara menawarkan tunjangan 4 juta rubel (40.000 dolar AS atau Rp 600 juta).

Adapun tunjangan diberikan sebagai biaya awal kesediaan bergabung di medan tempur dan dapat dibayarkan secara bertahap atau langsung.

Dengan kalkulasi gaji dasar, tunjangan perang, dan bonus kontrak, pendapatan tentara asing Rusia seperti Satria Kumbara dapat mencapai Rp 300–600 juta per tahun, bahkan lebih jika bergabung di unit tempur elit.

Jumlah tersebut menjadikan gaji tentara kontrak Rusia baik lokal maupun asing masuk dalam 10–15 persen penghasilan tertinggi di negara itu, mengalahkan gaji pekerja sipil, buruh pabrik, dan bahkan beberapa PNS setempat.

Sebagai tambahan, pemerintah Rusia juga menjanjikan akses cepat ke status kewarganegaraan bagi para tentara asing.

Baca juga: Satria Kumbara dari Ambarawa, Pengkhianat Negara yang Dulunya Punya Mimpi Ini

ALUMNI SMK AMBARAWA - Satria Arta Kumbara, mantan marinir TNI AL yang kini bergabung dengan militer Rusia ternyata merupakan alumni SMK Dr Tjipto Ambarawa, lulus tahun 2004/2005 dari jurusan Otomotif (dahulu Teknik Mesin).
ALUMNI SMK AMBARAWA - Satria Arta Kumbara, mantan marinir TNI AL yang kini bergabung dengan militer Rusia ternyata merupakan alumni SMK Dr Tjipto Ambarawa, lulus tahun 2004/2005 dari jurusan Otomotif (dahulu Teknik Mesin). (IST/SERAMBINEWS.COM)

Kisah Satria Kumbara, mantan Marinir TNI Angkatan Laut yang jadi tentara bayaran di Rusia memunculkan pertanyaan publik soal berapa besar gaji yang diterima tentara asing yang direkrut Moskow.

Pemerintah Rusia diketahui secara terbuka telah membuka jalur rekrutmen bagi warga negara asing yang ingin bergabung sebagai tentara bayaran sejak pertengahan 2022.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved