Konflik Thailand Vs Kamboja
Makin Memanas, Kedubes Thailand Minta Warganya Angkat Kaki dari Kamboja
“Warga negara Thailand yang berada di Kamboja diminta meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, kecuali memiliki alasan yang sangat mendesak...
“Warga negara Thailand yang berada di Kamboja diminta meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, kecuali memiliki alasan yang sangat mendesak untuk tetap tinggal.” ujar Kedutaan Thailand.
SERAMBINEWS.COM - Konflik antara negara bertetangga di Asia Tenggara semakin memanas.
Dalam sebuah pengumuman resmi yang disebarkan melalui akun Facebook resminya, Kedutaan Besar Thailand mengeluarkan seruan yang menandai meningkatnya kekhawatiran pemerintah Thailand atas eskalasi konflik di lapangan.
“Warga negara Thailand yang berada di Kamboja diminta meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, kecuali memiliki alasan yang sangat mendesak untuk tetap tinggal.” ujar Kedutaan Thailand.
Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh mengeluarkan imbauan, mendesak kepada seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan wilayah Kamboja.
Perintah tersebut dirilis menyusul pecahnya bentrokan bersenjata antara pasukan kedua negara di kawasan perbatasan yang masih disengketakan.
Perseteruan antara Thailand dan Kamboja berakar dari sengketa wilayah perbatasan, terutama di sekitar situs warisan budaya dunia, Kuil Preah Vihear dan kompleks kuil kuno lainnya seperti Ta Krabei dan Ta Muen Thom.
Kuil-kuil ini dibangun sebagai tempat pemujaan ratusan tahun lalu, namun setelah masa kolonial, batas wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi kabur.
Akibatnya, wilayah kuil dan sekitarnya menjadi abu-abu secara hukum dan geopolitik.
Hal ini memicu interpretasi yang berbeda dan terus menjadi bahan sengketa hingga kini.
Baca juga: Perang Pecah di Perbatasan, 60 Ribu Warga Thailand dan Kamboja Mengungsi
Bentrok Jadi Pemicu
Mengutip laporan media lokal Bangkok Post, konflik kembali memanas buntut bentrokan bersenjata di sekitar kawasan perbatasan yang disengketakan, tepatnya di sekitar Kuil Preah Vihear, Ta Krabei, dan Ta Muen Thom pada Kamis (24/7/2025).
Konflik bersenjata dimulai sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat, ketika pasukan Thailand diketahui memasang kawat berduri di sekitar kuil Prasat Ta Muen Thom, wilayah Surin, Thailand, yang berdekatan dengan zona sengketa.
Tindakan tersebut dinilai sebagai provokasi langsung, terlebih setelah insiden ledakan ranjau darat sehari sebelumnya yang melukai seorang prajurit Thailand.
Sekitar pukul 06.00 pagi, bentrokan bersenjata terjadi di wilayah kuil Ta Krabei, dan berlanjut ke area sekitar Preah Vihear pada pukul 07.00.
Baku tembak dilaporkan berlangsung selama hampir satu jam, dengan keterlibatan pasukan infanteri, senapan otomatis, dan kendaraan lapis baja ringan.
Imbas insiden ini sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas.
Baca juga: Adu Kekuatan Militer Thailand Vs Kamboja, Siapa Lebih Kuat?
Saling Tuding
Pemerintah Kamboja dengan tegas menyebut bahwa pasukan Thailand telah melakukan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.
Perdana Menteri Hun Manet menuduh militer Thailand memperluas cakupan serangan secara sepihak dan menyerang posisi militer Kamboja di wilayah Oddar Meanchey, tepatnya di sekitar kuil Preah Vihear dan Ta Krabei.
“Kamboja selalu mempertahankan pendirian untuk menyelesaikan masalah secara damai. Namun kali ini, kami tidak punya pilihan selain merespons dengan kekuatan bersenjata terhadap invasi bersenjata ini,” ujar Hun Manet dalam pernyataan resmi di Facebook.
Sementara itu, pihak militer Thailand mengklaim bahwa Kamboja lah yang lebih dulu melanggar zona netral dan menyusup ke area sensitif di perbatasan.
Menurut laporan yang dirilis media lokal Thailand, tentara negara itu hanya melakukan tindakan “pengamanan rutin” setelah insiden ledakan ranjau yang diduga berasal dari wilayah Kamboja.
Pejabat militer Thailand juga menuduh Kamboja melakukan penembakan mendadak terhadap pos penjagaan Thailand, yang menyebabkan peningkatan siaga pasukan di sepanjang garis batas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada langkah mediasi resmi dari organisasi ASEAN maupun negara ketiga.
Baca juga: Thailand-Kamboja Memanas, KBRI Minta WNI Hindari Wilayah Perbatasan Konflik
Namun sejumlah negara segera menyampaikan respons keras dan seruan untuk deeskalasi, termasuk Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang meminta Thailand dan Kamboja untuk menahan diri.
”Paling tidak, kita bisa berharap mereka menahan diri dan semoga mencoba bernegosiasi,” kata Anwar kepada sejumlah wartawan di Kuala Lumpur.
Komentar serupa juga diungkap Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
Dalam keterangan resmi ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi yang memburuk, menyebut bahwa konflik bersenjata antara dua anggota ASEAN sangat mengancam stabilitas regional.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong juga menyampaikan keprihatinan dan menyerukan peran aktif ASEAN.
“Kami menyerukan semua pihak untuk menahan diri. ASEAN harus bersatu dan menawarkan platform mediasi demi menghindari eskalasi lebih lanjut,” ujarnya.
Singapura menekankan pentingnya penerapan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang menjadi prinsip dasar hubungan damai antarnegara ASEAN.
Sementara Kementerian Luar Negeri Tiongkok melalui juru bicara Wang Wenbin menyatakan bahwa China sangat prihatin terhadap situasi di perbatasan dan siap memainkan peran konstruktif dalam mendorong penyelesaian damai.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bentrok Bersenjata Memanas, Kedutaan Thailand Minta Warganya Segera Angkat Kaki dari Kamboja,
Baca juga: Kisah Mencekam Warga Terjebak di Perbatasan Thailand-Kamboja: Saya Ingin Lewat, Bukan Ikut Perang
Konflik Thailand Vs Kamboja
perbatasan Thailand dan Kamboja
Kedubes Thailand
Negara Asean
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Thailand
Kamboja
| 5 Poin Kesepakatan Damai Thailand–Kamboja yang Ditengahi China, Hentikan Retorika Provokatif |
|
|---|
| Perang Memanas! Jet Tempur Thailand Gempur Kompleks Judi Kamboja hingga Hancur |
|
|---|
| Konflik Thailand–Kamboja Meledak Lagi: 10 Tewas, 190 Ribu Warga Mengungsi, Gencatan Senjata Runtuh |
|
|---|
| konflik Makin Panas, Kamboja Hujani Rudal ke Desa di Thailand |
|
|---|
| Perang Thailand Vs Kamboja Meluas, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Thailand-Tolak-Mediasi-Kamboja-Harus-Berhenti.jpg)