Konflik Thailand Vs Kamboja

Kisah Mencekam Warga Terjebak di Perbatasan Thailand-Kamboja: Saya Ingin Lewat, Bukan Ikut Perang

“Saya tidak bisa pulang. Anak saya menunggu di rumah. Saya hanya ingin lewat, bukan ikut perang,”

Editor: Nurul Hayati
(FACEBOOK/CHATCHAK RATSAMIKAEO via AFP)
Tangkapan layar dari video amatir warga yang diunggah ke Facebook, menunjukkan asap mengepul dari atap toko sebelah pom bensin di Provinsi Sisaket, Thailand, setelah terkena tembakan roket Kamboja, ketika pertempuran Thailand-Kamboja berkecamuk pada Kamis, 24 Juli 2025. 

“Saya tidak bisa pulang. Anak saya menunggu di rumah. Saya hanya ingin lewat, bukan ikut perang,” kata seorang ibu asal Banteay Meanchey kepada AFP.

SERAMBINEWS.COM - Di tengah dentuman senjata dan silang diplomasi, suara warga sipil yang terjebak di perbatasan menjadi gema paling sunyi dari perang yang tak mereka pilih.

Mereka bukan tentara, bukan pejabat, hanya orang-orang biasa yang ingin pulang, bekerja, atau sekadar memeluk anaknya.

Ketika batas negara berubah menjadi dinding ketakutan, dunia seharusnya tidak hanya melihat peta, tapi juga wajah-wajah yang tertinggal di baliknya.

Di Pos Perbatasan Chong Chom, puluhan warga Kamboja dilaporkan terjebak sejak pagi.

Beberapa tidur di toko-toko kosong, sementara lainnya duduk di trotoar menunggu keputusan pemerintah.

“Saya tidak bisa pulang. Anak saya menunggu di rumah. Saya hanya ingin lewat, bukan ikut perang,” kata seorang ibu asal Banteay Meanchey kepada AFP.

Seorang pria lanjut usia mengaku gagal menghadiri pemakaman istrinya karena perbatasan ditutup.

“Saya sudah di sini sejak kemarin. Tidak ada tempat tidur, tidak ada makanan. Saya hanya ingin pulang,” ujarnya.

Militer Thailand mengklaim tentara Kamboja melesatkan roket yang menghantam Distrik Kap Choeng di Provinsi Surin, dekat perbatasan kedua negara.
Militer Thailand mengklaim tentara Kamboja melesatkan roket yang menghantam Distrik Kap Choeng di Provinsi Surin, dekat perbatasan kedua negara. ((MILITER THAILAND via BBC INDONESIA))

Baca juga: Konflik Thailand–Kamboja Memanas: Jet Tempur F-16 Menyerang, 12 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak

Penutupan tujuh titik perbatasan Thailand–Kamboja akibat eskalasi militer pada Kamis (24/7/2025) telah mengubah konflik bersenjata menjadi krisis kemanusiaan. 

Pemerintah Thailand menutup seluruh pintu perlintasan darat sebagai respons atas serangan roket BM-21 dari Kamboja yang menewaskan warga sipil di Distrik Kap Choeng, Provinsi Surin.

Kebijakan penutupan ini berdampak langsung pada ribuan warga sipil yang biasa melintasi perbatasan untuk bekerja, berdagang, atau mengunjungi keluarga.

Di sisi Thailand, warga dari 86 desa di Provinsi Surin dan Sisaket telah dievakuasi ke tempat aman. 

Gubernur Surin, Sutthirot Charoenthanasak, menyebut lebih dari 40.000 warga terdampak langsung oleh konflik.

Militer Thailand mengklaim bahwa serangan udara mereka hanya menyasar target militer Kamboja.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved