Minggu, 19 April 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Thailand & Kamboja Saling Tuding Lakukan Kejahatan Perang, ASEAN Buka Suara

"Paling tidak, kita bisa berharap mereka mundur atau, semoga saja, mencoba bernegosiasi. Mereka sudah melakukan beberapa upaya,

|
Editor: Nurul Hayati
Tribunnews/ Presiden Kamboja dan Perdana Menteri Thailand-Konflik batas wilayah
SALING TUDING - Baik Thailand maupun Kamboja saling menuduh telah melakukan kejahatan perang. Thailand menuduh Presiden Senat Kamboja, Hun Sen melakukan kejahatan perang dengan warga sipil sebagai targetnya. Sementara itu, Kamboja menyebut Thailand telah melancarkan serangan di tujuh lokasi menggunakan bom tandan. K edua negara telah saling melempar serangan menggunakan artileri berat selama dua hari sejak Kamis (24/7/2025) kemarin. Akhirnya Ketua ASEAN, Malaysia angkat bicara terkait konflik negara bertetangga di Asia Tenggara tersebut. 

"Paling tidak, kita bisa berharap mereka mundur atau, semoga saja, mencoba bernegosiasi. Mereka sudah melakukan beberapa upaya, tetapi saya pikir perdamaian adalah satu-satunya pilihan yang tersedia."

SERAMBINEWS.COM - Malaysia tak tahan dengan konflik Thailand-Kamboja.

Sebagai Ketua ASEAN, Malaysia merasa tak tahan dengan konflik yang tengah terjadi antara Thailand dengan Kamboja.

Maka dari itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berencana untuk berbicara dengan rekan-rekannya di Kamboja dan Thailand karena bentrokan perbatasan antara kedua negara terus meningkat.

Anwar menggambarkan situasi ini sebagai “mengkhawatirkan”, seraya mencatat bahwa kedua negara merupakan anggota kunci dari blok ASEAN dan mitra dekat Malaysia.

"Ini mengkhawatirkan. Kami telah mengirim pesan kepada kedua perdana menteri, dan saya harap malam ini atau nanti malam (Kamis), saya bisa berbicara dengan mereka," ujarnya kepada wartawan, dikutip dari Free Malaysia Today.

 "Saya melakukan diskusi awal bulan lalu dengan kedua perdana menteri. Kami telah mengirim pesan kepada mereka dan saya berharap dapat berbicara dengan mereka nanti," lanjutnya.

Anwar berharap kedua pihak akan menghindari eskalasi lebih lanjut.

"Paling tidak, kita bisa berharap mereka mundur atau, semoga saja, mencoba bernegosiasi.

Mereka sudah melakukan beberapa upaya, tetapi saya pikir perdamaian adalah satu-satunya pilihan yang tersedia."

Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim (Yusof Mat Isa/Malay Mail via Tribunnews)

Baca juga: Perang Thailand-Kamboja Meletus, Pengamat Sebut AS dan China Dalangnya

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan mengatakan, pihaknya mendesak Thailand dan Kamboja untuk menahan diri sepenuhnya dan mengambil langkah segera untuk meredakan ketegangan di perbatasan.

Mengutip The Star, Mohamad Hasan juga mengatakan bahwa Malaysia siap menawarkan bantuan dari kantor-kantor baik ketua ASEAN dalam memfasilitasi jalan keluar yang bersahabat untuk mengatasi masalah tersebut yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

"Malaysia, sebagai ketua ASEAN, menindaklanjuti dengan keprihatinan mendalam bentrokan antara pasukan Thailand dan Kamboja di perbatasan yang disengketakan pada 24 Juli, yang telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," ucapnya.

"Malaysia ingin menggarisbawahi pentingnya menyelesaikan sengketa perbatasan melalui dialog dan diplomasi dalam semangat solidaritas ASEAN dan hubungan bertetangga yang baik," lanjutnya.

Saling Tuding

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved