Daftar Rata-rata Gaji Karyawan di 2025 Tertinggi-Terendah, Sektor BUMN dan Pendidikan Beda Jauh
Meski secara rata-rata naik, namun bila dibedah berdasarkan lapangan pekerjaan utama ada yang mengalami penurunan.
Dimana jika dihitung dari catatan per Februari 2024 hingga saat ini, menunjukan perbedaan diberbagai sektor, dari yang paling tinggi dicapai sektor pertambangan dan penggalian yang peroleh upah bersih sebulan sebesar Rp 4,67 juta selama durasi waktu 49 jam.
Namun, jam kerja ini naik dari sebelumnya rata-rata 47 jam sepekan dan gajinya juga naik dari catatan per Februari 2024 sebesar Rp 4,39 juta per bulan.
Adapun, jam kerja paling singkat ialah untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dimana jika sebelumnya, selama 34 jam dengan upah sebesar Rp 1,70 juta, naik pada Februari 2024 jam kerjanya 33 jam dengan upah Rp 1,55 juta.
Lalu sektor industri pengolahan atau manufaktur, jam kerjanya selama 44 jam dengan gaji Rp 2,97 juta, naik dari catatan per Februari 2024 selama 42 jam dengan upah saat itu Rp 2,89 juta.
Dan yang terakhir, sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum lama kerjanya 48 jam dengan gaji Rp 2,29 juta sedangkan per Februari 2024 selama 47 jam dengan upah Rp 2,18 juta, yang mana, lama jam kerja ini serupa untuk sektor real estat namun upahnya Rp 4,13 juta dari sebelumnya per Februari 2024 selama 46 jam dengan upah Rp 4,3 juta.
Lantas apa penyebab gaji karyawan terlihat naik padahal sebenarnya turun?
Penyebab Gaji Karyawan Terlihat Naik Padahal Sebenarnya Turun
Adapun secara umum penyebab gaji karyawan terlihat naik padahal sebenarnya turun biasanya terkait dengan faktor ekonomi dan psikologis, terutama karena inflasi dan perubahan daya beli.
Yup, inflasi bagai hantu yang ada namun tak terlihat.
Pasalnya inflasi dan perubahan daya beli sering kali tak terlihat, namun sedikit demi sedikit melonjak naik tanpa disadari putarannya.
Baca juga: Kronologis Panglong Terbakar di Sabang, Korban Sempat Menjerit Minta Tolong Menahan Lemari Terjatuh
Berikut ini beberapa penjelasan utama dari inflasi dan perubahan daya beli yang ada namun kadang tak disadari masyarakt:
1. Inflasi (Harga Barang Naik)
Gaji nominal naik (misalnya dari 3 juta jadi 3,5 juta), tapi harga barang dan jasa naik lebih cepat, ini terjadi ketika gaji seolah-olah naik, padahal daya beli turun.
Contohnya pada tahun lalu bisa beli 20 kg beras, sekarang hanya 18 kg walaupun gaji naik.
2. Daya Beli Naik Tapi Tidak Mengimbangi Kebutuhan Hidup
Gaji naik secara angka, tapi tidak sebanding dengan kenaikan biaya hidup, seperti biaya transportasi, sewa rumah, pendidikan anak, hingga kesehatan.
| Peringati HUT Ke-7, PEMA Gelar Fun Run di CFD Banda Aceh, Diikuti 700 Pelari |
|
|---|
| Pencarian Pendulang Emas Hilang di Sungai Cot Kuala Pidie Distop, Hasil Nihil meski Pakai Drone |
|
|---|
| FOPI Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2026 di CFD, Menteri Komdigi Hadir Langsung |
|
|---|
| Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026, Kepastiannya Tunggu Sidang Isbat 17 Mei |
|
|---|
| Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat Negara pada Akhir Pekan, Apa Saja Masalah yang Dibahas? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/TUKIN-Dosen-ASN-Bakal-Cair-Tukin-Segini-Besaran-yang-Akan-Didapat-Tiap-Jabatannya.jpg)