Anggota Komisi III DPR Sebut Arya Daru Derita Luka Lebam, Diduga Dibunuh

Bahkan, Nasir mengeklaim telah memiliki foto terkait kondisi tubuh Arya di mana menurutnya, ada lebam di beberapa bagian.

Editor: Faisal Zamzami
ig/ddaru_chee
DIPLOMAT KEMENLU TEWAS- Potret Arya Daru Pangayunan, diplomat dan staf di Kementerian Luar Negeri RI semasa hidup sebelum ditemukan tewas dalam kondisi kepala dililit lakban di indekos di Gondangdia, Jakarta Pusat 

SERAMBINEWS.COM - Hingga kini misteri kematian Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru, belum terungkap.

Polisi masih meraba penyebab pasti kematian Arya Daru yang memiliki karier cemerlang.

Pria berusia 39 tahun ini memiliki seorang istri dan anak yang tinggal di Yogyakarta.

Polisi masih terus menyelidiki kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, 39.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, namun hingga kini pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah peristiwa ini merupakan pembunuhan atau tindakan bunuh diri.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, memiliki pandangan berbeda soal kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan yang ditemukan dengan kepala terlilit lakban kuning di kamar kosnya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025 lalu.

Menurutnya, tewasnya Arya akibat dari dibunuh seseorang. Pasalnya, dia menyebut ada pelaku yang mengakibatkan tewasnya pria berusia 39 tahun tersebut.

Nasir mengeklaim pelaku melakukan pembunuhan terhadap Arya dengan cara yang rapi.

 
"Ini sebenarnya tantangan dan pembuktian bagi Polri Presisi untuk menyibak tabir gelap kasus kematiannya."

"Sebab tentu saja, sangat rapi sebenarnya pelaku itu (melakukan pembunuhan terhadap Arya) karena (kamar dibuat seakan) terkunci dari dalam," katanya dikutip dari program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Senin (28/7/2025).

Bahkan, Nasir mengeklaim telah memiliki foto terkait kondisi tubuh Arya di mana menurutnya, ada lebam di beberapa bagian.

Dengan bukti tersebut, Nasir menduga kuat Arya tewas bukan karena bunuh diri tetapi memang dibunuh oleh seseorang.

"Saya mendapatkan foto-foto terkait dengan kondisi korban di mana seluruh jari tangannya itu berwarna biru, kemudian ada lebam di leher, ada lebam di pangkal tangan yang itu menunjukkan bahwa memang spekulasi atau isu-isu bahwa korban bunuh diri itu sangat tidak masuk akal," ujarnya.

 
Nasir pun berharap agar kepolisian selalu mengedepankan pendekatan investigasi secara saintifik atau scientific crime investigation dalam pengungkapan kematian Arya.

Dikutip dari laman Polri, scientific crime investigation adalah sebuah metode yang memadukan antara teknik prosedur dan teori ilmiah dalam menangani suatu kasus kejahatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hukum.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved