Konflik Palestina vs Israel

Hamas Tolak Menyerah Hingga Negara Palestina yang Berdaulat Berdiri

Hamas menolak menyerah dan tak akan turunkan senjata hingga negara Palestina yang berdaulat berdiri.

Editor: Faisal Zamzami
Telegram/Brigade Al-Qassam
BRIGADE AL-QASSAM - Foto ini diambil dari publikasi Telegram Brigade Al-Qassam (sayap militer gerakan Hamas) pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan anggota Brigade Al-Qassam membawa tulisan "Neraka Al-Maghazi" merujuk pada tewasnya 21 tentara Israel dalam serangan Al-Qassam pada Januari 2024. Pada Jumat (4/4/2025), pemimpin Hamas Hasan Farhat tewas dalam serangan Israel di Sidon, Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM, GAZA - Hamas menolak menyerah dan tak akan turunkan senjata hingga negara Palestina yang berdaulat berdiri.

Itu menjadi respons dari salah satu kunci permintaan mengenai pembicaraan di Gaza.

Pihak Hamas mengatakan, mereka menanggapi pernyataan yang dikaitkan dengan utusan Timur Tengah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff, bahwa Hamas telah menyatakan kesediaannya untuk meletakkan senjata.


Israel menganggap perlucutan senjata Hamas sebagai salah satu dari beberapa syarat kunci bagi kesepakatan apa pun untuk mengakhiri konflik.

Negosiasi tak langsung antara Israel dan Hamas untuk mengamankan gencatan senjata dan pembebasan sandera terhenti pekan lalu.

Beberapa hari terakhir, sejumlah negara Arab telah menyerukan Hamas untuk meletakkan senjata dan menyerahkan kontrol ke Gaza.

Hal itu terjadi setelah sejumlah negara Barat, termasuk Prancis dan Kanada mengumumkan rencananya untuk mengakui negara Palestina.

Pihak Inggris mengatakan, mereka akan mengakui Palestina jika Israel tak memenuhi kondisi tertentu terkait Gaza pada September.

Baca juga: VIDEO Bukan Hanya Warga Gaza yang Kelaparan, Sandera Israel Kini Kurus Kering

Dikutip dari BBC, Sabtu (2/8/2025), Hamas pada pernyataannya mengatakan, tak akan menghentikan haknya melakukan perlawanan dan persenjataannya, kecuali munculnya negara Palestina yang berdaulat penuh dengan Yerusalem sebagai Ibu Kota.

Letnan Jenderal Eyal Zamir dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperingatkan pada Jumat (1/8/2025), pertempuran di Gaza tak akan berakhir jika negosiasi untuk segera membebaskan para sandera yang ditawan Hamas gagal.

Witkoff telah mengunjungi Israel saat Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan besar atas memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza.

Badan-badan PBB telah memperingatkan adanya kelaparan massal yang disebabkan oleh manusia di Gaza, dan menyalahkan Israel.

Negara Zionis itu disalahkan mengendalikan masuknya semua pasokan ke wilayah tersebut.

Israel bersikeras tak ada pembatasan pengiriman bantuan dan tak ada kelaparan.

Baca juga: Tawanan Tentara Israel Ikut Kelaparan di Terowongan Gaza, Hamas: Mereka Makan Apa yang Kita Makan

Warga Palestina Sebut Kunjungan Utusan Trump ke Gaza sebagai Pencitraan di Media

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved