Konflik Palestina vs Israel

Hamas Tolak Menyerah Hingga Negara Palestina yang Berdaulat Berdiri

Hamas menolak menyerah dan tak akan turunkan senjata hingga negara Palestina yang berdaulat berdiri.

Editor: Faisal Zamzami
Telegram/Brigade Al-Qassam
BRIGADE AL-QASSAM - Foto ini diambil dari publikasi Telegram Brigade Al-Qassam (sayap militer gerakan Hamas) pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan anggota Brigade Al-Qassam membawa tulisan "Neraka Al-Maghazi" merujuk pada tewasnya 21 tentara Israel dalam serangan Al-Qassam pada Januari 2024. Pada Jumat (4/4/2025), pemimpin Hamas Hasan Farhat tewas dalam serangan Israel di Sidon, Lebanon. 

 Warga Palestina menganggap kunjungan utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Gaza hanya sebagai pencitraan di media.

 

Utusan Trump, Steve Witkoff, melakukan kunjungan ke Gaza bersama Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee pada Jumat (1/8/2025) dan dikawal militer Israel (IDF).

Mereka dilaporkan mengunjungi pusat bantuan milik Gaza Humanitarian Foundation, lembaga kontroversial yang didukung Israel dan AS.

Mereka juga dilaporkan berbicara dengan orang-orang di lapangan.

Huckabee memuji GHF dengan mengeklaim lembaga tersebut mampu mengirimkan lebih dari satu juta makanan setiap hari.


Ia juga menyebut apa yang dilakukan GHF sebagai prestasi yang luar biasa.

Namun, dilansir Al Jazeera yang mengutip data kantor HAM PBB, sedikitnya 1.373 orang terbunuh saat mencari bantuan di lokasi-lokasi distribusi GHF sejak lembaga itu mulai beroperasi pada Mei lalu.

Warga Gaza pun mengecam kunjungan Witkoff, dan menyebutnya sebagai aksi media.

“Steve Witkoff tak akan melihat orang yang kelaparan, hanya narasi Israel yang ingin mereka lihat,” kata Louay Mahmoud, warga Palestina di Gaza, kepada BBC.

“Kunjungan ini hanyalah aksi media yang sia-sia, bukan misi kemanusiaan. Ia datang tanpa solusi, hanya omongan yang dirancang untuk memoles citra pemerintahan yang terlibat dalam penderitaan kami,” lanjutnya.

Warga Gaza lainnya, Amir Khayrat, yang merupakan ayah dua anak, juga mengungkapkan hal senada.


“Apa yang Gaza perlukan bukanlah utusan untuk tim pers. Kami membutuhkan pengepungan ini dicabut, pengeboman dihentikan, dan dukungan buta Amerika untuk perang ini segera diakhiri,” tuturnya.

Eks pejabat Departemen Luar Negeri AS, Annelle Sheline, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai protes atas kebijakan Joe Biden terhadap Gaza tahun lalu, mengatakan kunjungan Witkoff dan Huckabee merupakan kesempatan berfoto yang dilebih-lebihkan.

Menurutnya, itu dimaksudkan untuk mengaburkan realitas krisis kemanusiaan mengerikan di Gaza yang turut diciptakan oleh AS.

Baca juga: Lindungi Kawasan Pesisir, Capella Ajak Tanam Mangrove, 2 Ribu Batang Sudah Ditanam di Lhokseumawe

Baca juga: VIDEO - Dua Pemuda Denmark Fasih Berbahasa Aceh, Hebohkan Penumpang Kapal ke Sabang 

Baca juga: Catat! Ini Jadwal dan Lokasi Penjualan Beras Murah di Banda Aceh 1 Karung Rp 65 Ribu

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved