Krisis Air, Warga Lubuklinggau Ramai-ramai Mandi & Mencuci di Kantor PDAM

Tak sekadar mengambil air, sebagian warga bahkan mandi dan mencuci langsung di area kantor PDAM.

Editor: Nurul Hayati
Tribunnews
ILUSTRASI - AIR. Akibat krisis air bersih, warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan ramai-ramai mandi higgga mencuci di kantor PDAM. 

Tak sekadar mengambil air, sebagian warga bahkan mandi dan mencuci langsung di area kantor PDAM.

SERAMBINEWS.COM -Kecamatan Lubuklinggau, Sumatera Selatan kini krisis air bersih.

Kondisi ini dipicu musim kemarau sehingga sumber air menjadi kering.

Hal itu membuat suplai air bersih dari PDAM setempat kepada berkurang hingga berhenti hingga menuai aksi protes dari waga.

 Kepala PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau, Hadi Purwanto, menjelaskan bahwa penyebab utama terganggunya layanan air adalah menyusutnya debit air baku akibat musim kemarau.

“Sumber air baku seperti Sungai Kelingi, Sungai Kasie, dan Sungai Apor mengalami pendangkalan. Kalau terus menyusut dan tidak masuk ke sistem, pompa tidak bisa menyedot air,” kata Hadi.

Ia pun menyebut kemungkinan terburuk: operasional PDAM bisa berhenti sementara jika kemarau terus berlanjut.

Namun, pihaknya berusaha tetap mendistribusikan air meskipun terbatas.

“Untuk saat ini kondisi masih stabil, meskipun debit air menurun. Produksi per hari bisa sampai 250 liter per detik, dan kami tetap berusaha membagi air sesuai wilayah,” jelasnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (google/net)

Baca juga: PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Diminta Cari Modal Swasta

Krisis air bersih yang berkepanjangan membuat warga Kelurahan Watas, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, nekat mendatangi kantor PDAM Tirta Bukit Sulap (TBS) di Kelurahan Watas Lubuk Durian, Minggu (3/8/2025).

Tak sekadar mengambil air, sebagian warga bahkan mandi dan mencuci langsung di area kantor PDAM.

Aksi itu dipicu oleh sering matinya pasokan air ke rumah-rumah mereka dalam beberapa waktu terakhir.

Pelayanan air bersih yang buruk membuat warga frustrasi.

Mereka mengaku harus antre panjang demi mendapatkan air yang layak digunakan untuk kebutuhan harian.

“Kami warga antre ambil air minum langsung dari kantor PDAM karena krisis air bersih. Air di rumah sering mati, kalau pun hidup warnanya keruh dan tidak layak,” ujar Mat, seorang warga yang ditemui di lokasi.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved