Ketahanan P
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolres Abdya Cek Stok dan Kondisi Beras di Gudang Bulog Blangpidie
Pengecekan stok dan kondisi beras ini, sebutnya, juga dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta pengawasan terhadap beras SPHP di
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) AKBP Agus Sulistianto SH SIK melakukan pengecekan stock dan kondisi beras di gudang Cabang Perum Bulog Blangpidie sebagai bagian dari Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah hukum Polres setempat.
Pada kegiatan itu, Kapolres Agus didampingi para pejabat utama Polres Abdya serta pihak Perumdam Bulog Blangpidie.
Program ini, jelas Kapolres, bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di pasaran, terutama saat harga beras sedang tinggi.
"Beras program SPHP ini berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan dijual dengan harga yang lebih terjangkau, biasanya lebih rendah dari beras medium lainnya," kata Kapolres Abdya, Agus Sulistianto, kepada Serambinews.com, Selasa (5/8/2025).
Baca juga: Beras Semakin Langka & Harga Melambung di Aceh Tamiang, Ukuran 5 Kg Dijual Rp 95 Ribu
Pengecekan stok dan kondisi beras ini, sebutnya, juga dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta pengawasan terhadap beras SPHP di wilayah hukum Polres Abdya, sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Pengecekan ini kita lakukan untuk mengetahui jumlah stok beras impor maupun lokal serta pengawasan terhadap beras SPHP dalam rangka mendukung ketahanan pangan di wilayah hukum Kabupaten Abdya," kata Agus.
Ia menjelaskan, ketahanan pangan ini penting untuk kebutuhan bagi setiap rumah tangga, baik secara kuantitas maupun kualitas, serta terjaminnya ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan.
"Sebab, ketahanan pangan yang kuat dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Maka, Polres Abdya akan terus berkoordinasi dengan Bulog Blangpidie untuk memastikan kelancaran penyerapan dan pengawasan distribusi beras," ujarnya.
Langkah ini, sebut Kapolres, sekaligus untuk mencegah praktik spekulasi yang dapat merugikan petani dan masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bulog, jelas Kapolres, jumlah ketersediaan akhir beras luar negeri atau LN (Medium) sebanyak 1.499.940 kilogram. Sementara jumlah ketersediaan akhir beras dalam negeri atau DN (Premium) sebanyak 1.868.550 kilogram.
"Untuk jumlah total beras DN dan LN yang tersedia di gudang Cabang Perum Bulog Blangpidie sebanyak 3.368.490 kilogram," ujarnya.
Kapolres menyebutkan, Perum Bulog juga siap bekerja sama dengan Polres Abdya untuk mendukung ketahanan pangan serta pengawasan beras SPHP, di Kabupaten Abdya.
"Untuk stok beras medium dan premium yang ada di gudang Perum Bulog Cabang Blangpidie diperkirakan hingga akhir tahun 2025 mencukupi," ucap Kapolres.
Dalam waktu dekat ini, kata Kapolres, pihaknya akan menggelar Gerakan Pangan Murah disejumlah titik dalam wilayah Kabupaten Abdya.
"Dalam program Gerakan Pangan Murah ini, kita akan menjual beras dengan harga di lebih terjangkau. Hal ini kita lakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan beras murah ditengah tingginya harga," pungkas Kapolres.(*)
Puluhan Keuchik di Pidie Jaya Ikut Rapat Koodinasi, Ini Pesan Bupati |
![]() |
---|
Apakah PPPK Paruh Waktu 2025 Dapat Tunjangan Kinerja TPP? Berikut Penjelasannya |
![]() |
---|
Harga Emas di Aceh Timur Kembali Menguat, Tertinggi Sejak Pekan Lalu |
![]() |
---|
Aceh Kembali Kirim 87 Ribu Barel Kondesat dari WK B di Aceh Utara ke Thailand |
![]() |
---|
VIDEO - Usai Joget di DPR, Eko Patrio dan Uya Kuya Ramai Disindir Netizen: Gak Pantas! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.