Minggu, 3 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Tiga Pasar Tradisional di Banda Aceh & Aceh Besar Bebas dari Beras Oplosan

“Dari pengecekan, bahwa tidak ada beras yang dioplos di pasar, baik itu premium dan medium,” terang dia.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
DISKUSI DENGAN PEDAGANG - Kepala BPTU-HPT Indrapuri, Yanhendri berdiskusi dengan pedagang beras di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (7/8/2025). 

“Pedagang mengaku memeriksa beras medium dan premium untuk mengecek itu beras oplos atau bukan. Jadi pengakuan mereka, tidak ada beras oplosan di tiga pasar ini,” pungkasnya.

Baca juga: Hati-hati! Beras Oplosan Diduga Beredar di Pasaran, Kapolres Aceh Barat Ancam Tindak Tegas

Cek Manual

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Induk Lambaro, Boy Jaya mengatakan, sebagai pedagang kecil, pihaknya selalu menerima beras yang merupakan produk lokal. 

Pihaknya kurang mengetahui apakah beras yang diterima asli atau sudah dioplos.

Untuk mengantisipasi tersebut, pihaknya melakukan secara manual dengan melihat kualitas beras tersebut. 

Dengan adanya penindakan pelaku pengoplos beras seperti di Pidie beberapa hari lalu, pihaknya sangat bersyukur.

“Beras disupply dari pabrik misal harga Rp 240 ribu, kita jual segitu juga. Kita ambil dari pabrik langsung. Kita juga buka beras untuk dicek langsung oleh konsumen,” ujarnya.

Selama maraknya kasus beras oplosan tersebut, kata Boy, ia mengaku di Aceh sendiri khususnya di dagangan miliknya tidak pernah menerima komplain dari para konsumen. 

Sebab, sebelum menjual kepada masyarakat, pihaknya memberikan contoh sampel kepada pelanggan.

Baca juga: Pengakuan Pemilik Toko Terima Pesanan 10 Ton Beras Oplosan dari Anggota DPRD, Biasa Diklaim Premium

“Kalau memang kurang cocok dan kurang memuaskan, bisa tukar balik,” terang Boy. 

“Saat ini harga beras mulai turun. Karena kan di beberapa daerah ada yang sudah mulai panen,” tutupnya.

Hal serupa juga dikatakan Fazil, pedagang grosir beras di Pasar Al Mahirah Lamdingin. 

Meski di tengah isu maraknya kasus dugaan pengoplosan beras khususnya di Jakarta, minat beli masyarakat untuk jenis beras premium di kawasan tersebut justru meningkat.

Namun, ia tidak menampik bahwa ada sejumlah masyarakat yang sedikit takut membeli beras yang ternyata hasil oplosan. 

“Tapi untuk di tempat kita, nggak ada komplain. Karena bukan beras oplosan yang kita jual,” tegas dia. 

“Penjualan justru meningkat. Bahkan sempat kosong barang karang stok nggak ada,” pungkasnya.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved