Minggu, 10 Mei 2026

Kupi Beungoh

Genosida Gaza dan Dosa Besar Amerika

WHO dan PBB memperingatkan bencana kelaparan dan penyakit yang meluas, sementara akses bantuan kemanusiaan terus diblokade.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof. Mailizar, PhD 

*) Oleh: Prof. Mailizar, PhD

SUDAH hampir dua tahun dunia menyaksikan penderitaan luar biasa di Gaza. Ribuan nyawa melayang, jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Di tengah krisis yang belum mereda, pada 7 Agustus 2025, Netanyahu mengumumkan rencana untuk mengambil kendali militer penuh atas Gaza.

Sementara itu, krisis kemanusiaan terus memburuk: lebih dari 61.000 warga Gaza syahid, dan hanya 1,5 persen lahan pertanian yang masih bisa digunakan.

WHO dan PBB memperingatkan bencana kelaparan dan penyakit yang meluas, sementara akses bantuan kemanusiaan terus diblokade.

Namun, yang lebih menyakitkan: tragedi ini bukan sekadar benturan dua pihak, melainkan hasil dari dukungan aktif Amerika Serikat terhadap kejahatan Israel.

Kini, semakin jelas bahwa apa yang terjadi di Gaza bukan sekadar “konflik” atau “perang”, melainkan genosida yang didukung dan difasilitasi oleh kekuatan terbesar dunia

Genosida yang Tak Terbantahkan

Yang terjadi di Gaza bukanlah perang biasa. Organisasi hak asasi manusia dunia sperti Amnesty International, Human Rights Watch, hingga Doctors Without Borders sejak lama menyatakan bahwa yang kita saksikan setiap hari di koran, layar tv maupun layar ponsel adalah genosida.

Bahkan lembaga HAM Israel sendiri, B’Tselem, telah menyimpulkan secara tegas: Israel melakukan tindakan terkoordinasi untuk secara sengaja menghancurkan masyarakat Palestina di Gaza. Dengan kata lain, Israel sedang melakukan genosida.

Perdebatan soal istilah apakah genosida atau bukan sudah selesai. Yang tersisa adalah pertanyaan: apakah Amerika Serikat hanya pendukung atau justru pelaku aktif dalam genosida ini?

Kenyataan pahitnya, Amerika Serikat bukan sekadar menutup mata terhadap kejahatan Israel di Gaza.

 Amerika membantu Israel menarik pelatuk. Mereka terlibat aktif dalam genosida ini.

Seperti diakui mantan Jenderal Israel, Yitzhak Brick: Semua rudal, amunisi, bom, pesawat, dan mesin perang lainnya—semuanya dari Amerika.

Begitu Amerika menutup keran pengiriman senjata, perang ini tak bisa dilanjutkan. Semua orang tahu, tanpa Amerika, perang ini tak akan berjalan.

Dukungan Amerika bahkan melampaui sekadar pendukung.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved