Kisah Inspiratif
Viral Rafael Anak Tukang Sayur Lolos Akpol 2025, Punya Kebiasaan Bangun Pagi, Lari 3 KM 12 Menit
Rafael adalah anak dari Nazaruddin Hutabarat dan Asna Mariati Malau, yang bekerja sebagai tukang sayur di Pasar Azhar Kenten Laut.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Rafael Hutabarat, pemuda asal Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2025.
Tak hanya itu, Rafael juga berhasil meraih peringkat pertama pada seleksi tingkat daerah yang diadakan oleh Polda Sumsel.
Rafael adalah anak dari Nazaruddin Hutabarat dan Asna Mariati Malau, yang bekerja sebagai tukang sayur di Pasar Azhar Kenten Laut.
Kebiasaan hidup sederhana dan disiplin telah menjadi kunci utama keberhasilannya.
Setiap pagi, Rafael terbiasa bangun dini hari sekitar pukul 04.00 WIB untuk mengantar sang ibu berjualan ke pasar.
Setelah itu, ia rutin melakukan jogging selama dua jam guna mempersiapkan diri mengikuti tes fisik seleksi Akpol, termasuk lomba lari 3.000 meter yang harus diselesaikannya dalam waktu 12 menit.
Baca juga: Lima Alumni SMAIT Al-Arabiyah Lolos Akmil, Akpol, Poltekim, dan TNI
Rutinitas disiplin ini ternyata membuahkan hasil yang luar biasa.
Selain fisik yang prima, Rafael juga mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi tes akademik dan psikologi yang ketat.
Dari 13 peserta yang dikirim Polda Sumsel ke tingkat pusat, hanya delapan yang lolos, termasuk Rafael.
Rafael mengaku latar belakang orang tuanya justru menjadi motivasi terbesar baginya untuk terus berusaha dan tidak minder.
“Saya bangga dengan kerja keras orang tua saya,” katanya dalam video yang diunggah di akun TikTok resmi Polri, @polisi_Indonesia dikutip melalui Kompas.com.
Dia pun berpesan kepada para calon taruna lainnya agar tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Baca juga: Taruna Akpol dari Aceh Mulai Jalani Pendidikan, Ini Daftar Nama-namanya
“Jangan dengarkan suara lain, terus maju dan jangan menyerah. Tuhan akan memberikan jalan bagi mereka yang gigih berusaha,” ujar Rafael penuh semangat.
Kisah Rafael ini menjadi inspirasi nyata bahwa dengan tekad kuat, disiplin, dan kerja keras, siapa pun bisa meraih impian, tak peduli dari latar belakang mana mereka berasal.
Proses seleksi akpol sangat ketat
Pada saat itu, Polda Sumsel mengirim 13 peserta ke tahap pusat, terdiri dari 10 calon Taruna dan 3 calon Taruni.
Pensiunan BUMN Tiba di Aceh Setelah Bersepeda 36 Hari dari Jakarta, Puji Kebaikan Polisi dan Warga |
![]() |
---|
Kisah Aulia Al Farabi, Pemuda Aceh yang Tempuh 90 Hari ke Tanah Suci Naik Sepeda ‘Kodama’ |
![]() |
---|
Kisah Inspiratif, Teguh Budidaya Tumbuhan Mint di Tengah Kepadatan Kota, Kini Jadi Penopang Hidup |
![]() |
---|
Iqra Mona Pecahkan Rekor Akademik: Gadis Aceh Besar Raih Gelar Doktor 2,5 Tahun dengan IPK 4,00 |
![]() |
---|
Dulu Belajar di Pare, Kini Bicara di Yale Amerika: Kisah Riski Nopriyama, Mahasiswa USK Ikut YSEALI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.