Sabtu, 11 April 2026

Bea Cukai Dorong Aceh Jadi Hub Perdagangan Global di Barat Indonesia

Aceh dengan segala potensi dan fasilitas yang dimiliki sedang dijadikan sebagai hub perdagangan global di wilayah barat Indonesia.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Yocerizal
 Bea Cukai Aceh
DISKUSI - Para peserta berdiskusi dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Master Plan Pengembangan Ekonomi Aceh Sebagai Lokomotif Ekonomi Indonesia Wilayah Barat yang diselenggarakan, Senin (11/8/2025) di Kantor Bappeda Aceh, Banda Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Aceh dengan segala potensi dan fasilitas yang dimiliki sedang dijadikan sebagai hub perdagangan global di wilayah barat Indonesia.

Kanwil Bea Cukai Aceh selaku otoritas terkait berkomitmen memberikan dukung untuk mewujudkan itu.

Sebagai langkah mewujudkan rencana itu, semua pihak terkait diajak bertukar pikiran dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Master Plan Pengembangan Ekonomi.

Acara yang bertajuk 'Aceh Sebagai Lokomotif Ekonomi Indonesia Wilayah Barat' itu diselenggarakan, Senin (11/8/2025) di Kantor Bappeda Aceh, Banda Aceh.

Kabid Kepabeanan dan Cukai Asral Efendi memaparkan peluang besar Aceh sebagai transhipment hub dan gateway ekspor-impor Indonesia bagian barat.

Posisi strategis Aceh di ujung barat Indonesia yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, jalur pelayaran tersibuk di dunia, memiliki potensi menjadi simpul penting perdagangan internasional yang terhubung langsung dengan pasar ASEAN, India, dan Timur Tengah.

Ia menyoroti beragam fasilitas dan insentif kepabeanan, seperti Tempat Penimbunan Berikat (TPB), Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

Baca juga: Keluarga Siswa Salah Satu SMK di Aceh Besar Lapor ke Polresta, Diduga Dianiaya Senior

Baca juga: Perangko Bergambar Mr Teuku Moehammad Hasan Diluncurkan, Masuk Seri Para Pendiri Bangsa

Fasilitas ini menawarkan pembebasan atau penangguhan bea masuk, pembebasan PDRI, serta insentif pajak untuk mendorong investasi dan pengembangan industri.

Capaian Ekspor

Bea Cukai Aceh turut menampilkan capaian ekspor daerah, termasuk ekspor kembali CPO melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) Agro Murni di Lhokseumawe, serta keberhasilan lima UMKM binaan menembus pasar internasional ke negara seperti China, Jepang, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Rusia.

Bea Cukai juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas data ekspor sebagai bahan bakar kebijakan baik secara nasional maupun pada tingkat daerah serta optimalisasi infrastruktur pelabuhan.

Termasuk rencana pembukaan jalur laut Lhokseumawe–Penang yang nantinya dapat mendorong perdagangan lintas negara, dan juga menjelaskan tentang skema fasilitas carnet.

Rencana pembukaan jalur laut langsung Lhokseumawe–Penang merupakan langkah strategis Pemerintah Aceh untuk memperkuat konektivitas internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan barat Indonesia.(*)

Baca juga: Bocah Perempuan 10 Tahun Disiksa karena Curi Uang, Keluarga Dipaksa Bayar Rp 15 Juta untuk Damai

Baca juga: Hasil Piala AFF Putri 2025: Imbangi Kamboja, Gol Rosdilah Selamatkan Wajah Indonesia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved