Selasa, 9 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Mahasiswa Teknik USK Ukir Sejarah, Raih Medali Emas di Kompetisi AIChE Chem-E-Car Competition 2025

Koetaradja Aeromoto 10 tampil konsisten dan mampu memenuhi target jarak dengan presisi tinggi

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Mahasiswa Fakultas Teknik USK meraih Medali Emas di Kompetisi AIChE China Regional Chem-E-Car Competition 2025 

Tianjin juga terkenal dengan taman-taman kota yang luas, salah satunya Tianjin Water Park, yang menjadi ruang hijau ikonik sejak pertengahan abad ke-20.

Sedangkan Tianjin University adalah universitas modern tertua di Tiongkok, didirikan pada tahun 1895 dengan nama Peiyang University, sebelum berganti nama menjadi Tianjin University pada tahun 1951.

Sebagai salah satu National Key University, TJU memiliki reputasi akademik dan riset yang kuat, serta telah melahirkan berbagai pencapaian penting, mulai dari mesin aero pertama di Tiongkok hingga laboratorium hidrolik terkemuka.

Dengan dua kampus utama Weijin Road dan Peiyang Park TJU menjadi rumah bagi berbagai disiplin ilmu teknik, laboratorium riset nasional, dan pusat inovasi teknologi. 

Lingkungan akademiknya yang progresif dan fasilitas yang lengkap menjadikan Tianjin University sebagai tuan rumah ideal bagi kompetisi berskala internasional seperti Chem-E-Car.

Dukungan dosen teknik USK

Dalam persiapan intensif selama lebih kurang dua bulan menuju kompetisi global ini, tim Koetaradja 10 mendapatkan bimbingan teknis, arahan strategis, serta dukungan moral yang luar biasa dari Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng. selaku dosen pembimbing utama.

Peran beliau sangat krusial dalam memberikan masukan mendalam terkait optimalisasi desain mobil, penyusunan strategi kompetisi yang jitu, serta memastikan seluruh aspek persiapan dan operasional tim memenuhi standar keselamatan laboratorium yang ketat dan ketentuan teknis lomba internasional.

Tim ini juga dibantu oleh  Hisbullah, ST., M.Eng.Sc, seorang dosen senior di Departemen Teknik Kimia yang sangat membantu tim dalam merancang formulasi yang tepat dalam menggunakan bahan kimia untuk mengatur jarak tempuh yang diinginkan dan pengontrolon sistim proses mobil secara keseluruhan.

Dalam lomba ini setiap tim yang ikut dituntut untuk mencapai  tujuan untuk:

  1. Menguji secara langsung kemampuan tim dalam mengendalikan reaksi kimia secara presisi baik untuk menggerakkan mobil maupun mengaktifkan mekanisme penghentiannya pada jarak yang ditentukan.
  2. Mendorong terciptanya inovasi-inovasi terdepan di bidang teknologi energi terbarukan dan konversi energi kimia-kinetik/elektrik.
  3. Melatih dan meningkatkan kemampuan kerja sama tim dalam lingkungan multidisiplin yang dinamis dan penuh tekanan.
  4. Memperkuat kesadaran dan pemahaman mengenai prinsip-prinsip keselamatan kerja di laboratorium serta praktik rekayasa yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selama kompetisi berlangsung nan tim diharuskan untuk melakukan dua kali penampilan yang mencakup:

  1. Poster Competition: Setiap tim wajib mempresentasikan secara komprehensif dan ilmiah desain keseluruhan mobil mereka, termasuk mekanisme reaksi kimia penggerak dan penghenti, analisis risiko, prosedur keselamatan yang ketat, serta aspek keberlanjutan dan dampak lingkungan dari sistem yang digunakan.
  2. Performance Race: Merupakan ujian ketepatan sebenarnya. Mobil harus menempuh jarak acak (diumumkan hanya satu jam sebelum lomba dimulai, biasanya antara 15–30 meter) dan diharuskan berhenti secara otomatis sedekat mungkin dengan garis finish. Akurasi pemberhentian menjadi penentu utama peringkat.

Prototype Koetaradja Aeromoto 10

Dengan penuh semangat dan persiapan matang, Tim Koetaradja 10 turun ke kompetisi membawa prototype teranyar mereka, ‘Koetaradja Aeromoto 10’, yang telah mengalami serangkaian modifikasi signifikan untuk meningkatkan keandalan, akurasi pemberhentian, dan efisiensi konversi daya dari sistem pneumatik berbasis H₂O₂/KI.

Dengan prestasi First Prize di kompetisi regional China ini, Koetaradja 10 tidak hanya berhasil mengharumkan nama Universitas Syiah Kuala tetapi juga membawa kebanggaan bagi Bangsa Indonesia di tingkat internasional. 

Mereka membuktikan bahwa inovasi anak negeri di bidang teknologi hijau mampu bersaing secara global.

Dukungan berkelanjutan dari semua pihak, baik universitas, sponsor, alumni, maupun masyarakat, akan terus menjadi sumber motivasi tak ternilai bagi Tim Koetaradja untuk terus berkarya, berprestasi, dan memberikan yang terbaik di ajang-ajang bergengsi dunia di masa depan.

Tim Koetaradja 10 menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak sponsor yang telah memberikan dukungan finansial dan fasilitas secara penuh, sehingga seluruh proses persiapan, pengembangan prototipe, hingga keberangkatan tim ke China dapat terlaksana dengan optimal.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved