Minggu, 12 April 2026

Stok Beras di Aceh Masih Cukup Aman Meski Kirim 4.000 Ton ke Sumut

Pengiriman 4.000 ton beras oleh Bulog Aceh ke Provinsi Sumatera Utara dipastikan tidak akan menganggu cadangan beras di Aceh.

|
Editor: Yocerizal
IST/SERAMBINEWS.COM
STOK BERAS ACEH - Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra mengatakan, pengiriman 4.000 ton beras oleh Bulog Aceh ke Provinsi Sumatera Utara tidak akan menganggu cadangan beras di Aceh. 

SERAMBINEWS.COM - Pengiriman 4.000 ton beras oleh Bulog Aceh ke Provinsi Sumatera Utara dipastikan tidak akan menganggu cadangan beras di Aceh.

Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, memastikan hal itu menanggapi suara-suara yang muncul, menyoal pengiriman tersebut.

Sebab muncul kekhawatiran, pengiriman beras ke Sumut akan membuat kenaikan harga beras di Aceh semakin tinggi di tengah mahalnya harga beras saat ini.

Surya menjelaskan, berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) produksi gabah di Aceh sampai dengan Agustus 2025 mencapai sekitar 1 juta ton.

Dari jumlah tersebut, Bulog Aceh disebutkannya sudah menyerap sebanyak 98.800 ton, sesuai dengan penugasan Bulog Aceh.

"Jadi jumlah gabah yang terserap oleh Bulog Aceh kecil sekali, tidak sampai 10 persen. Sisanya beredar di pasar, di masyarakat," ucapnya.

Surya menyebutkan, informasi yang ia peroleh dari pihak Bulog Aceh, stok beras hingga akhir Juni 2025 sebanyak 120.354,4 ton.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kejari Sabang Geledah Kantor Keuchik Gampong Cot Ba’u, Dugaan Korupsi Dana Desa

Baca juga: VIDEO WAWANCARA EKSKLUSIF: Suami Berduel dengan Sales Demi Selamatkan Istri

Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sampai dengan Desember 2025 sebanyak 27.431,5 ton, bantuan pangan Juni-Juli 2025 sebanyak 10.891 ton, dan bantuan pangan Agustus-Desember 2025 sebanyak 27.227,7 ton.

"Sisa stok beras untuk Desember 2025 ada sebesar 46.808 ton,"

"Jumlah ini cukup untuk 5 bulan ke depannya, yaitu sampai Mei 2026," ungkap Surya.

Sementara terkait mahalnya harga beras saat ini, Surya menjelaskan bahwa secara nasional harga gabah saat ini memang sedang tinggi, di kisaran Rp 7.200 sampai Rp 8.200 per kilogram. 

"Harga itu jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah, yaitu Rp 6.500," sebutnya.

Tingginya harga gabah itu disebabkan belum berlangsungnya musim panen. 

Panen disebutkan Surya hanya terjadi di beberapa daerah saja dan dalam skala yang kecil. 

Baca juga: Fantastis! Jaksa Sita Rp17 Miliar Uang Hasil Korupsi Program PSR Aceh Jaya, Ini Modus Para Tersangka

Baca juga: BREAKING NEWS - Kejati Aceh Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi PSR Aceh Jaya, Barang Bukti Rp 17 M

Selain itu juga karena pengaruh iklim dan adanya hama tanaman, sehingga mempengaruhi jumlah produksi gabah.

Bantuan untuk Masyarakat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved