Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Berita Luar Negeri

Ukraina Sabotase Pertemuan Trump dan Putin pada 15 Agustus 2025 di Alaskan, Ini Rencananya

Hal itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia setelah menerima laporan dari Badan Intelejen negaranya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AFP/ARSIP SERAMBINEWS 2018
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Donald Trump pada KTT G-20 tahun 2018 

Ukraina Sabotase Pertemuan Trump dan Putin pada 15 Agustus 2025 di Alaskan, Ini Rencananya

SERAMBINEWS.COM – Ukraina berencana melakukan sabotase dalam pertemuan puncak antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pertemuan Putin dan Trump akan berlangsung di Alaska pada 15 Agustus 2025 mendatang.

Namun, Ukraina memiliki niat untuk menyabotase pertemuan tersebut dengan melakukan berbagai upaya-upaya yang provokatif.

Hal itu diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia setelah menerima laporan dari Badan Intelejen negaranya.

Dalam pernyataan pers pada Selasa (12/8/2025), Kementerian Pertahanan Rusia menuduh pemerintah Ukraina mempersiapkan provokasi skala besar untuk menyabotase pertemuan puncak antara Trump dan Putin.

"Menurut informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Kiev sedang merencanakan provokasi yang bertujuan mengganggu pertemuan puncak Trump-Putin yang dijadwalkan pada 15 Agustus,” ujar pernyataan itu.

Baca juga: Ukraina Akhiri Perang dengan Rusia, Moskow Sukses Pertahankan Kendali De Facto di 5 Wilayah

PUTIN DAN TRUMP - Foto ini diambil pada Jumat (14/2/2025) dari website resmi Kremlin, memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu di sela-sela acara G20 di Hamburg, Jerman pada 7 Juli 2017. Trump murka, mengancam akan memberlakukan tarif impor 25 persen kepada negara-negara yang membeli minyak mentah Rusia.
PUTIN DAN TRUMP - Foto ini diambil pada Jumat (14/2/2025) dari website resmi Kremlin, memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu di sela-sela acara G20 di Hamburg, Jerman pada 7 Juli 2017. Trump murka, mengancam akan memberlakukan tarif impor 25 persen kepada negara-negara yang membeli minyak mentah Rusia. (Kremlin.ru)

Kementerian Pertahan Rusia pun merilis daftar laporan rentetan yang dinilai menjadi upaya sabotase oleh Ukraina.

“Pada 11 Agustus 2025, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengirim sekelompok jurnalis asing ke kota Chuguev (provinsi Kharkiv) dengan dalih 'menyiapkan serangkaian laporan tentang kehidupan penduduk di wilayah garis depan'," ujarnya.

Menurut kementerian, tepat sebelum KTT, Angkatan Bersenjata Ukraina diperkirakan akan melancarkan serangan pesawat nirawak dan rudal ke daerah padat penduduk atau rumah sakit, yang mengakibatkan banyak korban sipil. 

Wartawan Barat akan didatangkan untuk meliput kejadian tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa setelah serangan itu, seluruh tanggung jawab akan dibebankan kepada Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.

Hal itu untuk menciptakan konteks media yang negatif dan menyabotase kerja sama AS-Rusia dalam menyelesaikan konflik Ukraina.

"Tidak menutup kemungkinan provokasi serupa akan terjadi di wilayah lain yang dikuasai Kiev," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Ukraina belum mengomentari informasi di atas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved