Selasa, 14 April 2026

Berita Pidie

Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Terkendala, Ternyata RTRW Harus Direvisi 

Letak lahan tersebut di dekat jalan Blang Paseh menuju Tugu Aneuk Mulieng, yang awalnya disiapkan untuk membangun gedung olahraga Sport City Pidie

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
LAHAN SEKOLAH RAKYAT - Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, mendampingi Kementerian PUPR bersama Balai, lakukan verifikasi lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, di depan Pidie Convention Center, Senin (21/7/2025).   

Maka start pekerjaan akan dilaksanakan pada pada tahun 2026," jelasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melakukan verifikasi terhadap lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Lahan diverifikasi itu terletak di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, tepatnya di depan Pidie Convention Center atau PCC. 

Verifikasi dilakukan Kementrian PUPR itu ikut didampingi Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar dan sejumlah pejabat hingga anggota DPRK Pidie.

Kementrian PUPR melakukan verikasi lahan untuk dijadikan lokasi Sekolah Rakyat, guna memastikan kekayakan lokasi tersebut.

Sebab, Pemerintah Pusat menggelontorkan Rp 200 juta untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pidie. 

Di lahan tersebut nantinya akan dibangun Sekolah Rakyat, mulai tingkat SD, SMP dan SMA.

Sekolah Rakyat dengan sistem boarding school. Gedung Sekolah Rakyat tersebut, direncanakan akan dibangun dua lantai. 

Pembangunan Sekolah Rakyat di lahan seluas sekitar 5,4 hektare lebih itu, yang telah masuk Kantor Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Pidie.

Namun, Pemkab akan mensiasati, agar Kanto PWI Pidie tidak terkena saat pembangunan Sekolah Rakyat. 

Awalnya lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat di tanah di eks Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPP) Pertanian Pidie, yang terletak di Gampong Jok, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

Namun, di eks lahan BPP Pertanian Pidie itu, lokasinya dekat dengan tower transmisi PLN.

Sehingga tower tegangan tinggi listrik itu dikhawatirkan akan menggangu anak-anak, sekaligus terkena radiasi. (*)

Baca juga: Sekolah Rakyat Aceh Besar Diharapkan Bisa Lahirkan Generasi Emas

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved