Breaking News

Berita Bireuen

KLHK Lakukan Penilaian Adipura dan TPA di Bireuen, Sambangi 18 Titik Ini

Tim penilai dipimpin oleh Pengendali Dampak Lingkungan, Regi Ulfa, dan Pratama Komputer KLH/BPLH, Peni Dewi Handari.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
PENILAIAN ADIPURA - Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (28/8/2025), mengunjungi objek wisata Pantai Cemara di Desa Lingka Kuta, Gandapura serta Paya Nie, Blang Mee, Bireuen, dalam rangka pendampingan pengelolaan sampah dan penilaian Adipura. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan mendukung pencapaian penghargaan Adipura, Kabupaten Bireuen menerima kunjungan penting dari Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), serta Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan.

Selama tiga hari, mulai Rabu (26/8/2025), tim tersebut melakukan penilaian lapangan di 18 lokasi strategis yang tersebar di berbagai kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen.

Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, dan kesiapan Bireuen dalam meraih penghargaan Adipura--simbol prestisius bagi kota-kota di Indonesia yang berhasil menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungannya.

Tim penilai dipimpin oleh Pengendali Dampak Lingkungan, Regi Ulfa, dan Pratama Komputer KLH/BPLH, Peni Dewi Handari.

Mereka didampingi langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bireuen, Ir Fadhli, MSM, serta para camat dari wilayah yang dikunjungi.

Baca juga: Keren! Drien Beurumbang Abdya Masuk Nominasi Proklim Utama Nasional, Divisit Tim Verifikasi KLHK RI

Lokasi pertama yang disambangi adalah perumahan di Desa Lipah Rayeuk dan kawasan Krueng Juli Timu, Kecamatan Jeumpa.

Dari sana, tim bergerak menyusuri jalan arteri Jalan Gayo menuju Pendopo Bupati Bireuen.

Lokasi-lokasi lain yang menjadi fokus penilaian meliputi:

·       Pasar Induk Cureh

·       Kantor Camat Kota Juang

·       TK Pertiwi Kota Juang

·       SDN 1 Peudada

·       SMPN 3 Bireuen

·       SMAN 2 Bireuen

·       RSUD dr Fauziah Bireuen

·       Puskesmas Peudada

·       Ruang Terbuka Hijau Cot Gapu

·       Terminal Bus Bireuen

·       Pantai Cemara di Desa Lingka Kuta, Gandapura

·       Stasiun Kereta Api Gandapura

·       Ekowisata Paya Nie, Blang Mee

·       Lapangan Blang Asan, Peusangan

Baca juga: Tim Penilai Adipura KLHK RI Tinjau Bank Sampah di Peunyeurat Banda Aceh

Dalam setiap kunjungan, tim membawa lembaran penilaian yang berisi indikator-indikator penting seperti kebersihan, pemisahan sampah, keberadaan fasilitas pengolahan, dan partisipasi masyarakat.

Di SMAN 2 Bireuen misalnya, tim secara khusus meninjau rumah kompos sekolah, berdialog dengan penanggung jawab, dan mencatat detail teknis pengelolaan limbah organik.

Mereka juga memeriksa fasilitas MCK (Mandi, Cuci,Kakus) dan area hijau sekolah.

Kadis DLHK Bireuen, Ir Fadhli, MSM menyampaikan, bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program pendampingan jangka panjang oleh KLHK.

“Tim dari kementerian akan mendampingi Bireuen dalam penanganan sampah hingga tahun 2029,” kata dia.

Baca juga: KLHK Tinjau TPA Iku Lhung Abdya, Rekomendasikan Ubah Sistem Pengelolaan

“Harapannya, pada tahun tersebut, pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Penilaian ini tidak hanya bertujuan untuk mengejar penghargaan Adipura, tetapi juga sebagai refleksi atas komitmen Bireuen dalam membangun tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya guna.

Kunjungan ke Blang Asan misalnya, menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di lokasi tersebut sudah berjalan dengan baik dan bisa menjadi model bagi kawasan lain.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan, Bireuen menunjukkan keseriusannya dalam menjaga lingkungan.

Baca juga: KLHK Tolak Usulan 3 Kampung Gegara Diklaim Perusahaan, Program Perhutanan Sosial di Tamiang Mandeg

Langkah ini menjadi bagian penting dari transformasi menuju kabupaten yang hijau dan berkelanjutan.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved