Kamis, 14 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Musim Kemarau Melanda, Tanaman Sawit Warga Singkil Kekeringan 

"Tak sanggup lagi siram. Pasrah saya, memang sudah ada yang layu," kata Afriadi yang baru melakukan penanaman sawit.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
SIRAM TANAMAN SAWIT - Warga menyiram tanaman kelapa sawit yang baru ditanam di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, yang layu akibat kekeringan, Kamis (28/8/2025). 

Sementara itu, berdasarkan catatan Serambinews.com, sudah hampir empat pekan Kabupaten Aceh Singkil memasuki musim kemarau

Terkait kondisi itu, warga diimbau tidak buka lahan dengan cara membakar. 

Lantaran dapat memicu kebakaran luas serta membahayakan lingkungan dan mengganggu kesehatan.

"Hindari membuka lahan kebun maupun keperluan lainnya dengan cara membakar," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Aceh Singkil, Al Husni.

Baca juga: Kemarau, 3 Rumah Terbakar di Trumon Akibat Korslet Listrik, Masyarakat Diimbau Waspada

Al Husni juga mengingatkan warga untuk menghindari membakar sampah dan membuang puntung rokok di area hutan, kebun,maupun lahan kering. 

Karena dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kemudian, sebagai langkah antisipasi mencegah terjadinya kebakaran, warga diminta membersihkan lahan dari semak kering yang mudah terbakar di sekitar area permukiman.

Untuk diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memiliki dampak merugikan bagi lingkungan, kesehatan manusia, maupun ekonomi. 

Dampak lingkungan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem sebab kebakaran menghancurkan habitat alami flora dan fauna.

Kondisi itu menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan terancamnya spesies endemik. 

Baca juga: Hati-hati! Sabang Masuki Fase Musim Kemarau, Intensitas Hujan Turun, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla

Selanjutnya terjadi perubahan sifat tanah. 

Meskipun dalam jangka pendek bisa meningkatkan ketersediaan hara, namun dapat juga menyebabkan hilangnya bahan organik dan unsur hara.

Dampak karhutla lainnya adalah peningkatan emisi gas rumah kaca.

Sebab kebakaran pada areal luas melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca.

Seperti karbon dioksida, metana, dan partikel karbon hitam ke atmosfer, yang memperburuk perubahan iklim. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved