Mihrab

Pesan Abu Paya Pasi: Setiap Muslim Wajib Kuasai Tiga Ilmu Dasar Ini

Dalam paparanya, Abu Paya Pasi menekankan pentingnya tiga ilmu pokok yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, yaitu tauhid, fikih, dan tasawuf. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Abu Paya Pasi dalam kajian bulanan Tastafi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (22/8/2025) bertepatan dengan 28 Safar 1447 H. 

Pesan Abu Paya Pasi: Setiap Muslim Wajib Kuasai Tiga Ilmu Dasar Ini

SERAMBINEWS.COM - Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Aceh, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, menegaskan pentingnya setiap muslim mempelajari tiga ilmu dasar dalam Islam.

Hal itu disampaikannya dalam kajian bulanan Tastafi di MRB, Jumat (22/8/2025) bertepatan dengan 28 Safar 1447 H.

Kajian tersebut merupakan penampilan perdana Abu Paya Pasi sebagai Imam Besar MRB setelah resmi dikukuhkan pada 13 Agustus 2025 lalu.

Kehadirannya disambut ribuan jamaah yang memenuhi masjid.

Dalam paparanya, Abu Paya Pasi menekankan pentingnya tiga ilmu pokok yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, yaitu tauhid, fikih, dan tasawuf. 

Ia menjelaskan bahwa tauhid merupakan dasar iman karena mengajarkan pengenalan terhadap Allah SWT.

“Awaluddin makrifatullah. Ini bagian dari perintah mengenal Allah. Para ulama mengatakan hal itu di berbagai kitab tauhid. Di situ dijelaskan tentang rukun iman, tentang sesuatu yang belum kita lihat tetapi kita percaya seratus persen. Itulah iman,” sebutnya.

Baca juga: Abu Paya Pasi dan Menghidupkan Masjid Raya

Abu Paya Pasi menjelaskan, fikih menjadi panduan umat Islam dalam menjalankan syariat sehari-hari.

Di Nusantara, khususnya Aceh, fikih Mazhab Syafi’i menjadi rujukan utama karena kelengkapan kitab dan kesinambungan sanad keilmuannya.

Adapun tasawuf, menurutnya, merupakan penyempurna amal. 

“Dengan tasawuf, walaupun sedikit amaliah dan ibadah kita, nilainya di sisi Allah bisa menjadi banyak. Dalam tasawuf juga diajarkan masalah hati, bagaimana menjauhi sifat tercela, serta ancaman dan pahala yang berkaitan dengan kebersihan jiwa,” ungkapnya.

Selain menyinggung pentingnya tiga ilmu dasar, Abu juga menjelaskan hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim tentang larangan menambah perkara baru dalam agama tanpa dasar.

Ia menekankan perlunya memahami ushul fikih agar tidak salah dalam menilai.

“Jika tidak, ibaratnya seperti orang yang naik ke atas pohon kelapa tapi tidak tahu jalan turun, akhirnya terjatuh dan celaka,” ucapnya seraya mengatakan dengan perumpamaan khas Aceh, “lagee tasok silop tinggi siblah, pincang dan rubah.”

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved