Zulkifli Hasan Ungkap Biang Kerok Harga Beras Terus Mengalami Kenaikan
Lonjakan harga dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp 6.500 per kg.
Seharusnya SPHP dikeluarkan pada Juni dan Juli ketika pasokan defisit, tetapi baru digelontorkan pada akhir Juli. Hal ini membuat harga sudah terlanjur melonjak.
“Berarti harganya naik lagi kan. Meskipun pemerintah mengatakan kita ini surplus tahun ini, iya. Kita ini masih ada sisa tahun yang lalu, iya. Kalau kita bicara surplus, surplusnya itu sampai dengan Juni itu hanya 3,6 juta ton,” lanjut Sutarto.
“Dari 3,6 juta ton diambil oleh pemerintah melalui pengadaan Bulog, pengadaan dalam negeri sekitar 2,7 juta ton. Sisanya hanya 900.000 ton, sisa surplus,” katanya.
Kondisi tersebut juga diperparah oleh praktik maklun yang dijalankan pemerintah.
Ia menilai, bila kontrol terhadap sistem maklun lemah, justru akan memicu kenaikan harga gabah karena pasokan semakin terbatas sementara pemerintah tetap membeli.
“Kalau kontrolnya tidak baik, ya menyebabkan naiknya harga gabah. Pasokannya kurang, pemerintah tetap beli, ya naik terus. Inilah yang sebenarnya menyebabkan kenapa harga beras nggak turun-turun,” ucap Sutarto.
Baca juga: Karhutla di Nagan Raya Sudah Padam, Luas 5,5 Hektare
Baca juga: Sistem Gaji Tunggal PNS dan PPPK Muncul di RAPBN 2026, Ini Keuntungannya Buat ASN
Baca juga: Lewat PKUP, Pemkab Aceh Tamiang Tingkatkan Peran Ulama Perempuan
Naik Terus, Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini per Mayam dan Antam per Gram, Kamis 28 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Naik Rp 50 Ribu per Mayam, Harga Emas Terus Menyala di Pidie, Kamis 28 Agustus |
![]() |
---|
Demi Beras Murah, Ratusan Warga Gandapura Rela Panas-panasan Antri Panjang |
![]() |
---|
Emas Perhiasan di Langsa Tembus Rp 5,9 Juta Per Mayam, Cek Rincian Edisi 28 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Harga Emas di Aceh Timur Kembali Menguat, Tertinggi Sejak Pekan Lalu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.