Kupi Beungoh
Hentikan Utang, Belajarlah dari Krisis Venezuela
Selain karena beberapa krisis lain, faktor utang ini memainkan peran yang sangat signifikan dalam krisis yang terjadi di Venezuela
Oleh Teuku Zulkhairi*)
VENEZUELA kini mengalami krisis yang sangat parah. Padahal, negara ini memiliki minyak buminya melimpah.
Apa yang terjadi di sana, sungguh sulit diduga.
Dikabarkan sejumlah media, Venezuela mengalami krisis kemanusiaan, di mana orang-orang yang kekurangan makanan dan obat-obatan.
Banyak warga Venezuela yang dikabarkan tidak mampu membeli barang-barang kebutuhan pokok untuk bertahan hidup.
Sebab, harga barang-barang lebih mahal dari upah atau gaji mereka.
Sebagian warganya Venezuela dikabarkan sudah mulai mengungsi ke negara tetangga, Peru.
Apa sebab krisis Venezuela?
Salah satunya adalah utang.
Seperti dilansir Detik Finance, jumlah utang Venezuela pada 2017 lalu, adalah US$ 150 miliar, atau sekitar Rp 2.025 triliun.
Pada tahun 2017 lalu, seperti dilansir situs Kontan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan negaranya kesulitan membayar utang.
Jadi, selain karena beberapa krisis lain, faktor utang ini memainkan peran yang sangat signifikan dalam krisis yang terjadi di Venezuela.
(Ini Penyebab Venezuela Bangkrut, Padahal Pernah Punya Cadangan Minyak Lebih Banyak dari Arab Saudi)
(Sama-sama Berlimpah Minyak Namun Beda Nasib, Inilah Perbandingan Kuwait dan Venezuela)
Bagaimana utang dapat dapat menjadi masalah bagi sebuah negeri?
Dengan logika yang sederhana kita akan dapat kita pahami, bahwa utang dalam sistem ribawi yang dijalankan korporasi-korporasi kapitalisme global menuntut bunga yang besar bagi si peminjam utang.
Peminjam utang akan “diperas” habis-habisan untuk menyetor bunga kepada para korporasi kapitalis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/teuku-zulkhairi_20180928_090906.jpg)