Rabu, 22 April 2026

Kupi Beungoh

Hentikan Utang, Belajarlah dari Krisis Venezuela

Selain karena beberapa krisis lain, faktor utang ini memainkan peran yang sangat signifikan dalam krisis yang terjadi di Venezuela

Editor: Zaenal
FACEBOOK.COM
Teuku Zulkhairi, Dosen UIN Ar-Raniry 

Abdalqadar Al-Sufi (2016: 69) menyebut, “Kejatuhan Khalifah Utsmaniyah karena hutang riba yang secara matematis tidak dapat dipenuhi dan dilampaui, yang pembayaran bunganya saja mencegah bisa terlepas dari jumlah utang pokoknya. Pinjaman-pinjaman untuk membayar bunga atas utang-utang—ini saja sudah cukup untuk menghancurkan peradaban manusia terbesar—dan penipuan yang tidak dapat dielakkan: bahwa proyek, teknik mengikat dan menghubungkan kepada mekanisme utang-berbunga dan lembaga-lembaga yang membuat dua fenomena ini tampak menjadi satu”.

Ibnu Khaldun, seorang sosiolog yang pemikirannya juga menjadi rujukan pemikir Barat, ketika menjelaskan faktor-faktor yang bisa menyebabkan hancurnya sebuah peradaban, mengatakan bahwa praktek riba adalah sebagai salah satu faktor hancurnya sebuah peradaban (lihat Mukaddimah, terj. Masturi Ilham, 2011).

Oleh sebab itu, tidak dapat diragukan lagi bahwa utang dalam sistem ribawi yang dibawa kaum kapitalis sama sekali tidak akan menyelesaikan persoalan manusia di muka bumi.

Bisakah kita mengambil pelajaran?

(Ekonomi Negaranya Terus Terpuruk, Presiden Venezuela Terbang ke China dengan Harapan Besar)

(25 Mahasiswa Aceh Studi ke Cina)

Pelajaran untuk Indonesia!

Belajar dari krisis Venezuela ini, kita harapkan semoga menjadi catatan penting kepada para calon pemimpin Indonesia agar menghentikan utang.

Agar berfikir serius untuk membayar hutang yang sudah ada, bukan menambah lagi.

Utang dalam sistem ribawi tidak lain adalah jalan menuju kehancuran.

Peran publik sangat diharapkan untuk menyadarkan para calon pemimpin untuk melihat utang ini sebagai masalah.

Kita tidak mungkin menutup mata atas potensi masalah besar dari utang yang kini melilit Indonesia.

Kita tidak mungkin pura-pura tidak mengerti bahwa apa yang kini terjadi pada Venezuela sangatlah mungkin terjadi pada Indonesia, khususnya apabila utang negara kita semakin hari semakin menggunung.

Apa yang akan kita jawab kepada anak-cucu kita kelak jika mereka bertanya, apa yang pernah kita lakukan untuk menyelamatkan negara dari bahaya utang ini?

Haruskah kita meninggalkan beban besar bagi mereka?

(Krisis Ekonomi Venezuela, Warga Harus Beli Daging Busuk hingga Wanita Terpaksa Jadi PSK)

Dilansir Detik pada 15 Mei 2018 lalu,berdasarkan rilis Bank Indoensia, jumlah Utang luar negeri (ULN) Indonesia kuartal I-2018 tercatat US$ 358,7 miliar atau setara dengan Rp 5.021 triliun (kurs Rp 14.000).

Jumlah mengalami peningkatan yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan utang Indonesia pada 2014 lalu, di awal-awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved