Sabtu, 18 April 2026

Kupi Beungoh

Hentikan Utang, Belajarlah dari Krisis Venezuela

Selain karena beberapa krisis lain, faktor utang ini memainkan peran yang sangat signifikan dalam krisis yang terjadi di Venezuela

Editor: Zaenal
FACEBOOK.COM
Teuku Zulkhairi, Dosen UIN Ar-Raniry 

Kaum kapitalis ini tentu yang mereka tahu hanya keuntungan.

Mereka tidak peduli dengan kerugian si peminjam utang.

Sesuai dengan prinsipnya, sistem ribawi memang tidak pernah peduli pada peminjam utang.

Mereka akan memeras pemijam utang habis-habisan.

Jika diibaratkan seperti kain, maka meskipun kain ini sudah kering kerontang, maka tetap akan diperas.

Maka tidak diragukan lagi, sistem ribawi yang dijalankan korporasi kapitalisme global dalam sejarahnya betul-betul telah menjadi malapetaka bagi umat manusia.

Mereka mengutangkan negara-negara berkembang yang jangankan pokok utangnya sulit dibayar, bunganya saja bisa mencekik leher.

Maka pada prinsipnya, dengan sistem ribawi yang dijalankan tatanan dunia global saat ini, tidak mungkin ada negera yang bisa membangun negerinya berbekal utang ribawi tersebut.

Dalam sejarah Islam juga kita dapati catatan sejarah kelam.

Pemerintahan Ottoman (Turki Usmani) adalah imperium yang pernah eksis mencapai tujuh abad.

Tapi ternyata, akhirnya ambruk dan kini menjadi sejarah belaka.

(Ulu Camii, Masjid Terkenal dari Kesultanan Ottoman)

(Berat Kubah Masjid Peninggalan Ottoman 2.000 Ton)

Apa sebabnya?

Ternyata salah satunya adalah utang ribawi.

Pada awalnya, terdapatnya keluarga Khilafah Usmaniyah yang menyimpan pundi-pundi harta membuat mereka terjebak dalam sistem ribawi yang dipelopori oleh kalangan Yahudi dan kalangan mereka sebagai bankirnya.

Perlahan-lahan Pemerintahan Ottoman melemah karena terjebak utang riba kepada para bankir.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved