13 Tahun Meninggal Hasan Tiro, Sejarah Perjuangan Hingga ‘Dekrit Keramat’ di Camp Bateë Iliëk

Tepat pada 13 Juni 2010 silam, Sang Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Tgk Muhammad Hasan di Tiro tutup usia

Penulis: Subur Dani | Editor: Muhammad Hadi
Serambi Indonesia/Hari Teguh Patria
Wali Nanggroe Tgk Hasan Muhammad Di Tiro atau Hasan Tiro menyapa massa yang memadati Alun-alun Kota Sigli, Pidie, Selasa (14/10/2008). 

SERAMBINEWS.COM - Tepat pada 13 Juni 2010 silam, Sang Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Tgk Muhammad Hasan di Tiro tutup usia.

Hari itu, Kamis, Hasan Tiro meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Deklarator GAM yang juga tokoh kunci perdamaian Aceh ini meninggal dunia setelah 12 hari menjalani perawatan intensif di RSUDZA Banda Aceh.

Meski telah puluhan tahun Ia menetap di luar negeri, namun Hasan Tiro kembali, meninggal, dan dimakamkan di tanah kelahirannya.

Ketua tim dokter yang menangani perawatan Hasan Tiro di RSUZA saat itu, (alm) dr Andalas SPOG mengatakan, Wali Neugara Aceh itu meninggal dunia setelah drop jantung akibat komplikasi penyakit yang dideritanya, terutama infeksi saluran pernapasan dan paru-paru.

Hasan Tiro meninggal dunia di tengah kebersamaannya dengan keluarga dekat dan mantan petinggi GAM, seperti Malik Mahmud dan Zaini Abdullah.

Baca juga: 13 Tahun Wali Nanggroe Hasan Tiro Mangkat, Darwati Berbagi Kenangan dengan Sang Proklamator GAM

Deklarator GAM, Tgk Muhammad Hasan di Tiro atau yang akrab disapa Tgk Hasan Tiro adalah deklarator GAM yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarah konflik Aceh puluhan tahun lalu.

Diketahui bersama, Hasan Tiro meninggalkan kemewahan hidup dan keluarga yang dia sayangi untuk mengobarkan semangat perang.

Dia merekrut sejumlah pemuda, tokoh, dan masyarakat untuk ikut berjuang bersama dirinya di dalam hutan.

Setelah mendeklarasikan GAM di Gunung Halimon, Pidie pada 4 Desember 1976, Hasan Tiro adalah orang paling diuber oleh tentara pemerintah saat itu.

Dia bergerilya, ke luar masuk hutan untuk menguatkan gerakan, merekrut orang-orang, dan melakukan strategi perlawanan terhadap Indonesia.

Hingga akhirnya, Hasan Tiro mengasingkan diri. Hasan Tiro ke luar negeri sampai akhirnya menetap di Stockholm, Swedia bersama elite-elite pendiri GAM di masanya.

Hasan Tiro tercatat pulang ke Aceh pada 11 Oktober 2008 setelah 30 tahun berada di luar Indonesia, mengobarkan semangat ideologi GAM di sana.

Pada 3 Juni 2010, putra kelahiran Tiro, Pidie, Aceh, 25 September 1925 ini tutup usia dan dimakamkan di Meureu, Indrapuri, Aceh Besar.

Dalam sejarah perjuangannya, sosok Hasan Tiro memiliki sejumlah kolega dan menteri kabinet yang dibentuknya untuk memperjuangkan Aceh menjadi sebuah negara.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved