Rabu, 8 April 2026

Perang Gaza

Menhan Israel Ben-Gvir Sesumbar Ingin Hancurkan Hamas tanpa Kompromi

Demi anak-anak yang belum kembali, bagi para korban pembunuhan yang tidak akan kembali lagi, dan agar kengerian 7/10 tidak akan pernah kembali

Editor: Ansari Hasyim
AFP
Menteri Israel dan Ketua Partai Kekuatan Yahudi, Itamar Ben-Gvir (Tengah) berjalan melalui halaman kompleks Masjid Al-Aqsa Jerusalem pada Selasa (03/01/2023). 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengatakan tentara harus kembali dan menghancurkan Gaza dengan sekuat tenaga.

Dalam postingannya di X, dia mengatakan bahwa daerah kantong tersebut harus diserang dengan kekuatan maksimal.

“Demi anak-anak yang belum kembali, bagi para korban pembunuhan yang tidak akan kembali lagi, dan agar kengerian 7/10 tidak akan pernah kembali,” tulisnya seperti dikutip Al Jazeera.

Dia menambahkan bahwa Hamas harus dihancurkan tanpa kompromi, tanpa kesepakatan.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan setidaknya 21 warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita dinyatakan tewas sejak tentara Israel melanjutkan serangan udara ke Jalur Gaza, Jumat pagi (1/12/2023).

Baca juga: Israel Teror Warga di Khan Younis Segera Pergi ke Rafah Perbatasan Mesir, Tak Ada Tempat yang Aman 

Israel juga telah meminta penduduk di lingkungan tertentu di Khan Younis, Gaza selatan untuk pergi sebelum kemungkinan terjadi serangan di daerah tersebut.

“Pasukan Israel menyebarkan selebaran kepada warga di Khan Younis yang meminta mereka mengungsi ke Rafah namun mereka juga menargetkan Rafah,” kata Khoudary jurnalis Al Jazeera.

enjajah Israel dengan jet-jet tempurnya kembali menghujani bom ke atas wilayah Jalur Gaza hingga mengakibatkan korban dari rakyat sipil kembali berjatuhan, terutama anak-anak dan wanita.

Baca juga: 21 Orang Tewas dalam Serangan Terbaru Israel di Jalur Gaza

Serangan udara Israel tersebut dilancarkan menyusul gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dimediasi Qatar, Mesir dan AS mengalami kebuntuan hingga batas waktu tiba tanpa ada keputusan.

Bertepatan dengan jatuh tempo waktu gencatan senjata berakhir pada pukul 07.00 pagi waktu Gaza, langsung direspons Israel dengan melancarkan serangan udara dengan jet tempurnya.

Salah satu wilayah yang terkena bom adalah daerah Shima'a, Gaza utara.

Sejumlah orang terluka tiba di Rumah Sakit Kamal Adwan menyusul penargetan sekelompok warga sipil setelah gencatan senjata sementara berakhir.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved