Berita Pidie

Kasus Korupsi PDAM Sigli Mulai Disidang di PN Tipikor, Begini Perkembangannya

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Muhammad Hadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh menggelar sidang perkara dugaan korupsi di PDAM Tirta Mon Krueng Baro Sigli. Sidang tersebut masih pemeriksaan saksi.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Majelis Hakim Pengadilan Negeri atau PN Tindak Pidana Tipikor atau Tipikor Banda Aceh mulai menggelar sidang, dugaan perkara tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Krueng Baro Sigli. 

Rilis dilakukan Kejaksaan Negeri atau Kejari Pidie beberapa bulan lalu, terungkap ditemukan kerugian negara dari penyalahgunaan dana penggunaan bahan kimia mencapai Rp 1,6 miliar lebih, berdasarkan hasil audit dilakukan PKKN No 700/05/PKKN/IA-IRSUS/2024 Inspektorat Aceh.

Saat ini, dana kerugian negara sebesar Rp 1,4 miliar lebih, telah dikembalikan tiga tersangka, yang kini disimpan  dalam Rekening Penampung Lainnya (RPL) Kejari Pidie. 

"Sidang pertama perkara dugaan korupsi PDAM Sigli telah digelar pada tanggal 12 Juni 2025, dengan agenda pembacaan dakwaan," kata Kajari Pidie, Suhendra SH MH, melalui Kasi Pidsus, Muhammad Radhi SH MH, kepada Serambinews.com, Senin (30/6/2025).

Baca juga: 4 Pesawat Tempur F-16 Guncang Langit Aceh, Putra Tanah Rencong Terbangkan Rafale

Ia menyebutkan, sidang dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi PDAM Sigli telah dilaksanakan sekitar lima kali. 

Saat ini masih tahap pembuktian, dengan menghadirkan sejumlah saksi. Jumlah saksi yang direncanakan hadir 24 orang, dan saat ini saksi yang telah hadi dan rtelah dilakukan pemeriksaan 17 orang. 

"Saat ini, agenda persidangan masih tahap pembuktian dari saksi. Untuk pemeriksaan tiga terdakwa belum," kata Jaksa Penuntut Umum atau JPU Muhammad Radhi. 

Ia menyebutkan, untuk tiga terdakwa masing-masing Direktur PDAM Tirta Mon Krueng Baro Sigli berinisial RD, mantan Kabag Teknik/Operasi berinisial AG dan FS selaku vendor atau penyediaan bahan kimia tidak ditahan PN Tipikor Banda Aceh.

"Mungkin ketiga terdakwa kooperatif, tapi masalah tidak ditahan itu wewenang dari PN Tipikor Banda Aceh. Ketiga terdakwa pernah tidak ditahan saat ditetapkan tersangka oleh Kejari Pidie, karena memang kooperatif," jelasnya.

Baca juga: VIDEO - Kejari Pidie Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi PDAM Tirta Mon Krueng Baro Sigli

Dikatakan, selama persidangan di PN Tipikor Banda Aceh, ketiga terdakwa didampingi tiga hingga empat pengacara. 

Perkara dugaan korupsi di PN Tipikor Banda Aceh, diperkirakan satu bulang hingga tahap putusan dilakukan majelis hakim. 

Untuk diketahui, Kejari Pidie telah menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi PDAM Tirta Mon Krueng Baro Sigli. 

Adalah Direktur PDAM Tirta Mon Krueng Baro Sigli berinisial RD dan mantan Kabag Teknik/Operasi berinisial AG. 

Kemudian, FS selaku vendor atau penyediaan bahan kimia yang ditetapkan Kejari Pidie sebagai tersangka secara terpisah. 

FS tercatat Wakil Direktur CV Aria yang berkantor di Medan, Sumatera Utara.

Tindak pidana kasus korupsi di PDAM Sigli, yang diusut Kejari Pidie pada penyalahgunaan dana penggunaan bahan kimia atau kaporit dan tawas, untuk menjernihkan air sebesar Rp 4 miliar, mulai tahun 2020 hingga 2023. (*)

Baca juga: Jaksa Ungkap Kasus Korupsi PDAM Tirta Mon Krueng Baro Sigli

Berita Terkini