Kementerian UMKM Luncurkan Klinik UMKM Bangkit, Lima Posko Hadir di Aceh
fungsi klinik UMKM tidak hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai konektor yang menghubungkan seluruh institusi terkait
Ringkasan Berita:Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan inisiatif Klinik UMKM Bangkit pada 30 Desember 2025Program ini ditujukan untuk pemulihan ekonomi pascabanjir yang melanda wilayah Aceh, Sumut, dan SumbarFokus utama adalah mendukung UMKM yang terdampak bencana agar bisa kembali beroperasi dan berkontribusi pada ekonomi lokalDi Aceh, Klinik UMKM Bangkit hadir di lima titik wilayah terdampak banjir, yakni Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian UMKM meluncurkan program Klinik UMKM Bangkit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai langkah pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor.
Di Aceh, program ini menghadirkan posko layanan di lima titik, dengan fokus pada pembiayaan, belanja produk lokal, dan dukungan produksi.
Kabar ini disampaikan Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh saat ini dijabat oleh Zulkifli, S.Pd., M.Pd, kepada Serambinews.com, Selasa (30/12/2025).
“Zoom tadi pada prinsipnya Kemenko UMKM menyampaikan tentang program Klinik UMKM Bangkit (perlindungan dan pemulihan UMKM terdampak). Kemudian penugasan tim satgas yang terdiri dari perwakilan universitas/instusi/lembaga negara baik pemerintah maupun swasta,” ujar Zulkifli.
Mengutip penjelasan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Zulkifli mengatakan bahwa pembentukan Klinik UMKM Bangkit di wilayah terdampak banjir Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bertujuan untuk membangun perputaran ekonomi lokal di tiga provinsi tersebut.
Menurutnya, bantuan langsung tunai (BLT) saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tanpa adanya interaksi antara penawaran dan permintaan, stimulus tidak akan berkelanjutan.
Untuk itu, ia menyebut Klinik UMKM Bangkit hadir sebagai agregator yang memastikan rantai distribusi berjalan.
Ia mencontohkan jika ada produsen beras, nilam, atau komoditas lainnya yang kesulitan menjual produk karena tidak ada pembeli, klinik UMKM akan menghubungkan mereka dengan mitra e-commerce maupun jaringan ritel seperti Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
Dengan begitu, produk lokal bisa terserap pasar dan memberikan efek nyata bagi pergerakan ekonomi.
Ia menambahkan fungsi klinik UMKM tidak hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai konektor yang menghubungkan seluruh institusi terkait, baik pemerintah, BUMN, maupun pengusaha swasta.
Baca juga: Bank Aceh Syariah Siapkan Relaksasi Nasabah Pembiayaan KUR/UMKM Terdampak Bencana
Lima Posko di Aceh
Di Aceh, kata Zulkifli, Klinik UMKM Bangkit hadir di lima titik wilayah terdampak banjir, yakni Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Sementara di Sumatera terdapat dua posko yaitu di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Medan, serta satu di Sumatera Barat, yaitu di Kota Padang.
Kehadiran klinik ini diharapkan mempercepat akses UMKM terdampak banjir terhadap pembiayaan, memperluas pasar produk lokal, serta mendorong percepatan produksi sehingga pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat.
Zulkifli menambahkan, program ini diperkuat dengan penugasan tim satgas yang terdiri dari perwakilan universitas, institusi, serta lembaga negara baik dari sektor pemerintah maupun swasta.
| Operasi Pencarian Korban Hilang di Sungai Tamiang Dilanjutkan Empat Hari |
|
|---|
| Mahasiswa UNIKI Raih Juara Dua Duta Muda CBP Bank Indonesia, Ini Juara Lainnya |
|
|---|
| SMAN Modal Bangsa Raih Prestasi Gemilang di O2SN Kabupaten Aceh Besar 2026, Berikut Nama-nama Juara |
|
|---|
| Camat Indrajaya Lantik Abidon Jadi Imum Mukim Lhok Kaju Periode 2026-2031 |
|
|---|
| Nelayan Ulee Kareung Bireuen Masih Andalkan Pukat Darat untuk Mengais Cuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menteri-UMKM-di-Aceh-Tamiang.jpg)