Jumat, 12 Juni 2026

Kementerian UMKM Luncurkan Klinik UMKM Bangkit, Lima Posko Hadir di Aceh

fungsi klinik UMKM tidak hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai konektor yang menghubungkan seluruh institusi terkait

Tayang:
Editor: Zaenal
Serambinews.com/HO
BERKUNJUNG KE ACEH TAMIANG - Menteri UMKM, Maman Abdurahman didampingi Plt Kadis Koperasi dan UMKM Aceh Zulkifi M Ali berkunjung ke pajak Kuasimpang, Aceh Tamiang, Selasa (29/12/2025). 

Ringkasan Berita:Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan inisiatif Klinik UMKM Bangkit pada 30 Desember 2025
Program ini ditujukan untuk pemulihan ekonomi pascabanjir yang melanda wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar
Fokus utama adalah mendukung UMKM yang terdampak bencana agar bisa kembali beroperasi dan berkontribusi pada ekonomi lokal
Di Aceh, Klinik UMKM Bangkit hadir di lima titik wilayah terdampak banjir, yakni Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian UMKM meluncurkan program Klinik UMKM Bangkit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai langkah pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor.

Di Aceh, program ini menghadirkan posko layanan di lima titik, dengan fokus pada pembiayaan, belanja produk lokal, dan dukungan produksi.

Kabar ini disampaikan Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh saat ini dijabat oleh Zulkifli, S.Pd., M.Pd, kepada Serambinews.com, Selasa (30/12/2025).

“Zoom tadi pada prinsipnya Kemenko UMKM menyampaikan tentang program Klinik UMKM Bangkit (perlindungan dan pemulihan UMKM terdampak). Kemudian penugasan tim satgas yang terdiri dari perwakilan universitas/instusi/lembaga negara baik pemerintah maupun swasta,” ujar Zulkifli.

Mengutip penjelasan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Zulkifli mengatakan bahwa pembentukan Klinik UMKM Bangkit di wilayah terdampak banjir Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bertujuan untuk membangun perputaran ekonomi lokal di tiga provinsi tersebut.

Menurutnya, bantuan langsung tunai (BLT) saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tanpa adanya interaksi antara penawaran dan permintaan, stimulus tidak akan berkelanjutan.

Untuk itu, ia menyebut Klinik UMKM Bangkit hadir sebagai agregator yang memastikan rantai distribusi berjalan.

Ia mencontohkan jika ada produsen beras, nilam, atau komoditas lainnya yang kesulitan menjual produk karena tidak ada pembeli, klinik UMKM akan menghubungkan mereka dengan mitra e-commerce maupun jaringan ritel seperti Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).

Dengan begitu, produk lokal bisa terserap pasar dan memberikan efek nyata bagi pergerakan ekonomi.

Ia menambahkan fungsi klinik UMKM tidak hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai konektor yang menghubungkan seluruh institusi terkait, baik pemerintah, BUMN, maupun pengusaha swasta.

Baca juga: Bank Aceh Syariah Siapkan Relaksasi Nasabah Pembiayaan KUR/UMKM Terdampak Bencana

Lima Posko di Aceh

Di Aceh, kata Zulkifli, Klinik UMKM Bangkit hadir di lima titik wilayah terdampak banjir, yakni Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara di Sumatera terdapat dua posko yaitu di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Medan, serta satu di Sumatera Barat, yaitu di Kota Padang.

Kehadiran klinik ini diharapkan mempercepat akses UMKM terdampak banjir terhadap pembiayaan, memperluas pasar produk lokal, serta mendorong percepatan produksi sehingga pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat.

Zulkifli menambahkan, program ini diperkuat dengan penugasan tim satgas yang terdiri dari perwakilan universitas, institusi, serta lembaga negara baik dari sektor pemerintah maupun swasta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved