Rupiah Sentuh Rp17.900 per Dollar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
Selain faktor geopolitik, kebijakan perdagangan terbaru Pemerintah AS juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Sementara itu, inflasi tahunan berada di level 3,08 persen. Meski demikian, terdapat sejumlah indikator positif, seperti membaiknya aktivitas manufaktur dan berlanjutnya surplus neraca perdagangan.
Data S&P Global menunjukkan PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 50,0 pada Mei 2026 setelah sebelumnya berada di level 49,1 pada April.
Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus dengan total mencapai 5,64 miliar dollar AS sepanjang Januari hingga April 2026.
Meskipun terdapat beberapa sentimen positif dari domestik, tekanan eksternal dinilai masih menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Pelaku pasar kini menantikan perkembangan konflik geopolitik global serta arah kebijakan moneter AS yang akan menentukan pergerakan mata uang dunia dalam beberapa bulan mendatang.
| Rupiah Melemah, Harga Ayam Geprek Masih Aman: Benarkah Kita Bisa Santai? |
|
|---|
| Rakyat tidak Pakai Dolar, Tapi Tetap Merasakan Getarnya |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
| Akademisi Aceh Dr Hilmi Beri Pandangan Penyebab Rupiah Terus Merosot |
|
|---|
| Rupiah Anjlok: Siapakah yang Paling Rentan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Karyawati-menunjukkan-mata-uang-rupiah-dan-dolar-Amerika-Serikat.jpg)