KUPI BEUNGOH
Rakyat tidak Pakai Dolar, Tapi Tetap Merasakan Getarnya
Ketika rupiah menyentuh level Rp17.600 per dolar AS, publik mulai cemas terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Oleh: Sarah Ainun
NILAI tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Angka di layar bursa mungkin hanya terlihat sebagai statistik ekonomi.
Tetapi bagi rakyat kecil, pelemahan rupiah adalah bunyi alarm yang terdengar sampai ke dapur rumah.
Harga kebutuhan pokok perlahan naik, biaya produksi membengkak, ongkos transportasi ikut merangkak, sementara pendapatan masyarakat tetap jalan di tempat.
Dalam situasi seperti ini, rakyat dipaksa bertahan dengan cara apa pun, bahkan hingga terjerat utang dan pinjaman online.
Ketika rupiah menyentuh level Rp17.600 per dolar AS, publik mulai cemas terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Kenaikan kurs bukan sekadar persoalan angka perdagangan internasional, melainkan efek berantai yang menghantam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Barang impor menjadi mahal, bahan baku industri meningkat, dan sektor energi ikut terdampak karena ketergantungan pada transaksi berbasis dolar.
Nelayan, petani, pedagang kecil, hingga buruh harian menjadi kelompok yang paling cepat merasakan sesaknya keadaan.
Baca juga: Gawat! Dolar Amerika Sentuh Rp17.713, Publik Teringat Krisis Moneter 1998
Sebagaimana dilansir dari RRI.co.id, (16/5/2026), di berbagai daerah, dampaknya mulai terlihat nyata.
Nelayan di Pantura misalnya, mengeluhkan kelangkaan solar subsidi dan mahalnya biaya operasional melaut.
Sebagian bahkan memilih tidak melaut karena hasil tangkapan tidak mampu menutupi biaya bahan bakar.
Sebelumnya, demonstrasi nelayan di Pati, Jawa Tengah pun pecah akibat harga BBM yang disebut melonjak berkali-kali lipat, yang berdampak pada 80 persen nelayan di Pati tidak bisa melaut karena harga BBM mahal (detikjateng, 04/05/2026).
Di sisi lain, jeratan pinjaman online semakin menggila.
| Aceh di Persimpangan: Ketika Mimpi Besar Tersandera Lemahnya Tata Kelola dan Krisis Prioritas Publik |
|
|---|
| Kita Punya Emas Energi, Tapi Mengapa Aceh Selalu Gelap? |
|
|---|
| Merdeka di Bendera, Gelap di Rumah Rakyat: PLN dan Janji yang Padam |
|
|---|
| Retaker UKMPPD dan Sistem Pendidikan Dokter |
|
|---|
| Ketika Balai Pengajian Mulai Tergeser oleh Dunia Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sarah-Ainun-PNS-di-RSJ-Aceh.jpg)