Berita Banda Aceh
Organda Aceh Sorot Antrean Biosolar, Tarif Angkutan Darat Masih Normal
"Kalau kendaraan harus antre berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mendapatkan BBM, tentu biaya operasional bertambah.” RAMLI
Ringkasan Berita:
- DPD Organda Aceh memastikan saat ini tarif angkutan di Aceh belum mengalami kenaikan
- Ketua DPD Organda Aceh mengatakan, meski tarif belum naik, ia tidak menampik bahwa operasional angkutan darat di Aceh meningkat
- Transportasi merupakan salah satu sektor yang berkontribusi terhadap inflasi. Karena itu kami berharap pemerintah dapat melihat persoalan ini secara cepat agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian
"Kalau kendaraan harus antre berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mendapatkan BBM, tentu biaya operasional bertambah.” RAMLI, Ketua DPD Organda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh memastikan saat ini tarif angkutan di Aceh belum mengalami kenaikan.
Ketua DPD Organda Aceh, H Ramli SE, mengatakan, meski tarif belum naik, ia tidak menampik bahwa operasional angkutan darat di Aceh meningkat. Pasalnya, para sopir harus mengantre lebih lama di SPBU untuk mendapat BBM bersubsidi jenis Solar.
"Saat ini ongkos angkutan darat belum naik. Meskipun harga BBM melambung tinggi. Karena mereka itukan pakai solar, jadi masih aman,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, berpengaruh pada kondisi saat ini. Namun, hal itu tidak langsung berdampak kepada mobil angkutan darat. Akan tetapi, kata Ramli, onderdil mobil seperti ban saat ini mengalami kenaikan. "Dan itu sudah pasti. Posisi kita dalam satu hal, kondisi penumpang saat ini sepi, kita naikkan juga susah,” ujarnya.
Ramli menjelaskan, secara normatif kenaikan tarif sebenarnya sudah wajar dilakukan mengingat biaya operasional angkutan terus meningkat. Namun, Organda juga harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat serta kondisi jumlah penumpang yang saat ini masih sepi. "Kalau tarif dinaikkan tetapi penumpang tidak ada, sama saja. Karena itu kami juga melihat kondisi ekonomi masyarakat Aceh saat ini," katanya.
Ia menambahkan, sistem tarif angkutan darat selama ini mengacu pada tarif batas bawah dan tarif batas atas dengan rentang selisih sekitar 20 persen. Skema tersebut memungkinkan penyesuaian tarif sesuai kondisi pasar tanpa harus membebani masyarakat secara berlebihan. "Kalau ada penyesuaian karena biaya operasional naik, itu masih bisa dilakukan dalam rentang tarif yang sudah ditentukan dan tidak melebihi batas atas," jelasnya.
Ramli menegaskan, kenaikan tarif angkutan tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan kenaikan BBM karena harga biosolar sebagai bahan bakar utama angkutan umum tidak mengalami perubahan.
Meski demikian, ia mengakui kondisi antrean panjang kendaraan di SPBU saat ini turut menambah beban operasional pelaku usaha transportasi. "Banyak kendaraan yang sebelumnya menggunakan Dexlite sekarang beralih ke Biosolar. Akibatnya antrean di SPBU sangat panjang. Ini berdampak pada waktu tempuh dan biaya operasional," ujarnya.
Ia mencontohkan, truk pengangkut barang dari Medan yang sebelumnya dapat tiba di Aceh dalam sehari kini bisa membutuhkan waktu hingga dua sampai tiga hari akibat antrian BBM. "Kalau kendaraan harus antre berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mendapatkan BBM, tentu biaya operasional bertambah dan berdampak pada sektor transportasi secara keseluruhan," katanya.
Karena itu, Organda berharap pemerintah dapat segera mencari solusi terhadap persoalan distribusi dan antrean BBM yang terjadi di berbagai daerah. "Transportasi merupakan salah satu sektor yang berkontribusi terhadap inflasi. Karena itu kami berharap pemerintah dapat melihat persoalan ini secara cepat agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian," pungkas Ramli.(iw)
RAMLI Ketua DPD Organda Aceh
Organda Aceh
Biosolar
Organda Aceh Sorot Antrean Biosolar
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Ada Kepsek Dipanggil Polisi Atas Dugaan Gratifikasi, FIKGA Desak Sekda Aceh Evaluasi Kepala Sekolah |
|
|---|
| TIM Tolak PoD I Tangkulo Blok Andaman, Minta Menteri ESDM Batalkan Persetujuan |
|
|---|
| Kajari Temui Wali Kota Banda Aceh, Ini yang Dibahas |
|
|---|
| UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan UINSU Medan Perpanjang MoU, Ini Kerja Samanya |
|
|---|
| Warga Gerebek Kos Putri di Banda Aceh, Pasangan Nonmahram Ditemukan Sekamar, Dibawa ke Satpol PP-WH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-DPD-Organda-Aceh-H-Ramli-SE.jpg)