Minggu, 26 April 2026

Berita Banda Aceh

Koperasi Desa Merah Putih Bisa Pinjam Rp 3 Miliar ke BSI

Zulkifli Hasan, menyebutkan bahwa KDMP kini dapat mengajukan pinjaman modal pembiayaan hingga maksimal Rp 3 miliar ke pihak bank.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI JUMAT 20250919 

Koperasi nanti bisa pinjam Rp 3 miliar. Ini upaya kita untuk mengangkat ekonomi masyarakat. Kita mau ekonomi itu diatur oleh desa, bukan lagi dari luar. Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebutkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini dapat mengajukan pinjaman modal pembiayaan hingga maksimal Rp 3 miliar ke pihak bank. Hal itu disampaikannya seusai melakukan kunjungan ke KDMP Geuceu Kompleks, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, dalam rangka Gerakan Pangan Murah (GPM) di lapangan desa setempat, Kamis (18/9/2025).

Menko Pangan yang akrab disapa Zulhas itu menjelaskan, pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah melakukan gebrakan dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 200 triliun kepada sejumlah bank BUMN. Dana tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh KDMP di Aceh, di mana para pelaku koperasi kini bisa mengajukan pembiayaan dengan limit maksimal Rp 3 miliar ke Bank Syariah Indonesia (BSI). 

Sebagaimana diketahui, BSI menerima kucuran dana sebesar Rp 10 triliun dari pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dana ini berasal dari simpanan pemerintah yang sebelumnya mengendap di Bank Indonesia dan kini disalurkan ke lima bank nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi

“Koperasi nanti bisa pinjam Rp 3 miliar. Ini upaya kita untuk mengangkat ekonomi masyarakat. Kita mau ekonomi itu diatur oleh desa, bukan lagi dari luar,” ujar Zulhas.

Ia menambahkan, regulasi terkait pinjaman pembiayaan tersebut saat ini sedang dalam pembahasan. Zulhas juga telah meminta agar pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, tidak mengeluarkan aturan yang dapat menyulitkan KDMP.

Dana tersebut, menurutnya, sudah ditempatkan di bank. Ia berharap dalam dua hingga tiga hari ke depan sudah ada proposal sederhana agar koperasi desa bisa mulai mengajukan pinjaman. Hal ini, kata Zulhas, sejalan dengan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin menggerakkan ekonomi Pancasila. “Kementerian Keuangan yang baru ini agak koboy. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa disalurkan terkait pinjaman ini,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas juga secara simbolis membagikan bantuan beras kepada masyarakat dalam kegiatan GPM bersama Bulog Aceh. “Bantuan pangan untuk 18,2 juta warga sekaligus dua bulan. 10 kg per bulan. Rencananya untuk empat bulan. Jadi sebulan 182 ribu ton bantuan pangan dari Presiden,” jelasnya.

Usai membagikan bantuan beras, Menko Zulhas yang didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Anggota DPR RI Dapil Aceh Nazaruddin Dek Gam, dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, juga meninjau langsung gerai KDMP Geuceu Kompleks.

Ia menyempatkan diri memetik buah anggur di kebun binaan KDMP tersebut. Menurutnya, masyarakat kreatif harus mencontoh kebun anggur yang ada di KDMP Geuceu Kompleks. “Jadi ada koperasi desa, gerai sembako, gerai pertanian, dan pengembangan anggur. Ini masyarakat yang kreatif, sehingga ada produksinya,” ucap Zulhas.

Ia berharap, dengan adanya produksi, produktivitas kebun anggur tersebut akan terus meningkat. Zulhas mencontohkan Taiwan dan Tiongkok, di mana produksi barang mereka terus mengalami perubahan dan peningkatan setiap tahunnya. “Jangan takut rugi, ada proses pembelajaran. Yang jelas mereka kreatif, lama-lama produktivitas itu naik. Negara harus berpihak ke sini,” pungkasnya.(iw)

 

Gas Elpiji 3 Kg Bisa Beli di Koperasi

MASYARAKAT kini diberikan kemudahan akses untuk mendapatkan gas elpiji 3 Kg bersubsidi. Mereka tak perlu lagi pergi jauh ke pangkalan untuk memperoleh gas melon tersebut. Kini, masyarakat dapat mengambil elpiji 3 Kg langsung di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), salah satunya KDMP Syariah yang berlokasi di Geuceu Kompleks, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Kamis (18/9/2025).

Sejumlah warga mulai berkumpul sejak pukul 11.00 WIB saat mobil pengangkut gas bersubsidi tiba di KDMP setempat. KDMP Syariah tersebut kini memiliki gerai LPG 3 Kg yang semakin mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses gas bersubsidi.

Ketua KDMP Syariah Geuceu Kompleks, Zulfadli, mengatakan bahwa pihaknya baru saja membuka gerai LPG 3 Kg tersebut. Sebelumnya, LPG 3 Kg dijual melalui sub pangkalan milik Bumdes setempat. Setelah resmi menjadi KDMP, pihaknya kini menyalurkan gas elpiji 3 Kg dengan kapasitas 100 tabung.

“Selama ini masih dikelola oleh Bumdes. Sekarang kita mulai bekerja sama untuk meningkatkan pengembangan usaha,” ujar Zulfadli. Ke depan, KDMP akan melakukan merger dan masih menunggu proses perizinan dari pihak Pertamina Patra Niaga. Dengan kemudahan KDMP sebagai sub pangkalan gas elpiji bersubsidi, Zulfadli berharap koperasi dapat berkembang lebih luas dan mampu meningkatkan sektor bisnisnya.

Langkah ini juga menjadi upaya menciptakan lapangan bisnis baru di tengah masyarakat melalui koperasi. Masyarakat yang ingin mendapatkan gas elpiji bersubsidi diwajibkan menunjukkan KTP saat mengambil tabung baru. “Omzet kita dalam sebulan, dengan delapan kali pengisian, mencapai Rp 1.370.000. Dan ini sangat membantu untuk koperasi,” tambahnya.

Sementara itu, Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Muhammad Suhanda, mengatakan bahwa beberapa KDMP di Aceh telah mendaftar sesuai ketentuan untuk menjadi sub pangkalan. Namun, saat ini masih dalam proses paralel terkait modal dari KDMP itu sendiri.

Jika sudah resmi terdaftar, KDMP dapat menyalurkan tabung gas bersubsidi antara 50 hingga 200 tabung per koperasi. “Tapi ini tetap mengikuti ketentuan jarak antar pangkalan terdekat, karena statusnya sebagai subpangkalan. Namun, mekanismenya mirip dengan pangkalan,” jelas Suhanda.

Di Aceh, lanjutnya, pihak Pertamina telah menghubungi 154 KDMP untuk menjadi sub pangkalan. Namun, KDMP masih memproses administrasi seperti KBLI, izin dari desa, dan permodalan dari BSI.

“Pembelian oleh masyarakat juga tetap menggunakan aplikasi merchant kami. Ini digunakan untuk mempermudah dan memastikan penyaluran tepat sasaran,” pungkasnya.(iw)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved