Selasa, 21 April 2026

Kesehatan

Rendahnya Kesadaran Cek Kesehatan Picu Asam Urat Sering Terlambat Ditangani

Melalui edukasi, skrining kesehatan, serta perubahan pola hidup seperti pengaturan makan dan aktivitas fisik, asam urat sebenarnya dapat dikendal

Editor: Mursal Ismail
ThamKC
ILUSTRASI ASAM URAT - Asam urat kerap terlambat ditangani karena minimnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan anggapan bahwa gejalanya sepele.  Melalui edukasi, skrining kesehatan, serta perubahan pola hidup seperti pengaturan makan dan aktivitas fisik, asam urat sebenarnya dapat dikendalikan sejak dini. 

Ringkasan Berita:
  • Asam urat sering baru disadari saat nyeri sendi sudah parah, padahal dapat dicegah dan dikendalikan melalui pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat.
  • Edukasi kesehatan menekankan pola makan rendah purin, aktivitas fisik, cukup minum air, serta menghindari alkohol dan minuman manis.
  • Kegiatan Holywings Peduli di Malang membantu warga memahami kondisi kesehatan melalui edukasi dan cek kesehatan massal, sekaligus meningkatkan kesadaran skrining dini.

SERAMBINEWS.COM - Asam urat kerap terlambat ditangani karena minimnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan anggapan bahwa gejalanya sepele. 

Melalui edukasi, skrining kesehatan, serta perubahan pola hidup seperti pengaturan makan dan aktivitas fisik, asam urat sebenarnya dapat dikendalikan sejak dini.

Kegiatan edukasi dan cek kesehatan massal menjadi langkah penting untuk mendorong perilaku hidup sehat masyarakat.

“Asam urat sering kali baru disadari ketika sudah menimbulkan nyeri hebat pada sendi.

Padahal, melalui pemeriksaan sederhana dan perubahan gaya hidup, kondisi ini dapat dikendalikan sejak dini,” ujar dr Dedy Pranoto dari RAHO Club dalam seminar kesehatan di Helen’s Play Mart, Malang, Jawa Timur, Minggu (25/1/2026).

Tanda dan gejala asam urat hampir selalu muncul tiba-tiba, yang meliputi nyeri sendi hebat.

Baca juga: Sekelompok Pria Bersenjata Berondong Penonton Sepakbola di Meksiko, 11 Orang Tewas

Asam urat biasanya menyerang jempol kaki, termasuk pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari. 

Setelah rasa sakit yang paling parah mereda, beberapa ketidaknyamanan sendi dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu.

Serangan selanjutnya cenderung berlangsung lebih lama dan memengaruhi lebih banyak sendi.

Kemudian, sendi yang terkena menjadi bengkak, nyeri, hangat, dan merah. Kondisi tersebut membuat keterbatasan rentang gerak. 

Seiring gejala asam urat yang terus berlangsung, bisa membuat penderitanya tidak dapat menggerakkan sendi secara normal.

Dedy menekankan pentingnya mengatur pola makan rendah purin serta rutin melakukan aktivitas fisik sebagai langkah preventif, terutama bagi kelompok usia dewasa dan lansia.

Baca juga: Oknum Guru di Bali Lecehkan Siswi, Pamerkan Alat Kelamin Saat Video Call

Hindari makan jeroan, daging merah, seafood tertentu, beberapa sayuran seperti bayam yang tinggi purin.

Kemudian, lanjut dia, memperbanyak buah seperti ceri, jeruk, alpukat. Kemudian minum banyak air putih, serta menghindari minuman manis dan alkohol.

Kegiatan edukasi yang diinisiasi oleh Holywings Peduli ini menyasar warga Kelurahan Purwantoro dan sekitarnya di Kota Malang, Jawa Timur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved