Kesehatan
Rendahnya Kesadaran Cek Kesehatan Picu Asam Urat Sering Terlambat Ditangani
Melalui edukasi, skrining kesehatan, serta perubahan pola hidup seperti pengaturan makan dan aktivitas fisik, asam urat sebenarnya dapat dikendal
Ringkasan Berita:
- Asam urat sering baru disadari saat nyeri sendi sudah parah, padahal dapat dicegah dan dikendalikan melalui pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat.
- Edukasi kesehatan menekankan pola makan rendah purin, aktivitas fisik, cukup minum air, serta menghindari alkohol dan minuman manis.
- Kegiatan Holywings Peduli di Malang membantu warga memahami kondisi kesehatan melalui edukasi dan cek kesehatan massal, sekaligus meningkatkan kesadaran skrining dini.
SERAMBINEWS.COM - Asam urat kerap terlambat ditangani karena minimnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan anggapan bahwa gejalanya sepele.
Melalui edukasi, skrining kesehatan, serta perubahan pola hidup seperti pengaturan makan dan aktivitas fisik, asam urat sebenarnya dapat dikendalikan sejak dini.
Kegiatan edukasi dan cek kesehatan massal menjadi langkah penting untuk mendorong perilaku hidup sehat masyarakat.
“Asam urat sering kali baru disadari ketika sudah menimbulkan nyeri hebat pada sendi.
Padahal, melalui pemeriksaan sederhana dan perubahan gaya hidup, kondisi ini dapat dikendalikan sejak dini,” ujar dr Dedy Pranoto dari RAHO Club dalam seminar kesehatan di Helen’s Play Mart, Malang, Jawa Timur, Minggu (25/1/2026).
Tanda dan gejala asam urat hampir selalu muncul tiba-tiba, yang meliputi nyeri sendi hebat.
Baca juga: Sekelompok Pria Bersenjata Berondong Penonton Sepakbola di Meksiko, 11 Orang Tewas
Asam urat biasanya menyerang jempol kaki, termasuk pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari.
Setelah rasa sakit yang paling parah mereda, beberapa ketidaknyamanan sendi dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu.
Serangan selanjutnya cenderung berlangsung lebih lama dan memengaruhi lebih banyak sendi.
Kemudian, sendi yang terkena menjadi bengkak, nyeri, hangat, dan merah. Kondisi tersebut membuat keterbatasan rentang gerak.
Seiring gejala asam urat yang terus berlangsung, bisa membuat penderitanya tidak dapat menggerakkan sendi secara normal.
Dedy menekankan pentingnya mengatur pola makan rendah purin serta rutin melakukan aktivitas fisik sebagai langkah preventif, terutama bagi kelompok usia dewasa dan lansia.
Baca juga: Oknum Guru di Bali Lecehkan Siswi, Pamerkan Alat Kelamin Saat Video Call
Hindari makan jeroan, daging merah, seafood tertentu, beberapa sayuran seperti bayam yang tinggi purin.
Kemudian, lanjut dia, memperbanyak buah seperti ceri, jeruk, alpukat. Kemudian minum banyak air putih, serta menghindari minuman manis dan alkohol.
Kegiatan edukasi yang diinisiasi oleh Holywings Peduli ini menyasar warga Kelurahan Purwantoro dan sekitarnya di Kota Malang, Jawa Timur.
| Ini Bahaya Obat Diabetes Dipakai untuk Diet Instan |
|
|---|
| Masuk Usia 50 Tahun? Ini 7 Tips Kardio Agar Jantung Tetap Sehat |
|
|---|
| Diabetes di Indonesia Bak Gunung Es, Jutaan Orang Belum Terdeteksi |
|
|---|
| 4 Cara Mengatasi Bau Kaki, Ampuh Hilangkan Bau Tak Sedap dan Tingkatkan Percaya Diri |
|
|---|
| 10 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Kolesterol hingga Jaga Imun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-asam-urat-3.jpg)