Kesehatan
Tak Lagi Minum Kafein, Mimpi Mendadak Terasa Nyata? Simak Penjelasa Ilmiahnya
Beberapa hari setelah mengurangi konsumsi kafein, sebagian orang mengaku mengalami mimpi yang terasa jauh lebih
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Tak Lagi Minum Kafein, Mimpi Mendadak Terasa Nyata? Simak Penjelasannya
SERAMBINEWS.COM- Beberapa hari setelah mengurangi konsumsi kafein, sebagian orang mengaku mengalami mimpi yang terasa jauh lebih nyata dari biasanya.
Gambarnya lebih detail, alurnya aneh, emosinya kuat, bahkan ada yang sampai terbangun dengan perasaan takut atau bingung.
Fenomena ini kerap muncul secara konsisten dalam cerita banyak orang, meski terdengar sepele.
Lalu, apakah mimpi yang lebih jelas setelah mengurangi kafein benar-benar masuk akal secara ilmiah?
Kafein dikenal sebagai stimulan yang bekerja dengan memblokir adenosin, zat kimia di otak yang berperan menimbulkan rasa kantuk.
Baca juga: Tak Cuma Segar, Jus Pir Punya 7 Dampak Positif untuk Kesehatan Jantung
Dalam kondisi normal, adenosin akan menumpuk sepanjang hari dan memberi sinyal ke tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat.
Saat tidur, kadar adenosin berkurang, sehingga tubuh kembali segar keesokan harinya.
Ketika kafein masuk ke tubuh, sinyal adenosin tertahan. Akibatnya, rasa lelah tertunda dan otak tetap terasa “terjaga”.
Masalahnya, kafein tidak langsung hilang dari tubuh. Waktu paruh kafein berkisar antara tiga hingga enam jam.
Artinya, setengah dari kafein yang diminum masih aktif di tubuh beberapa jam kemudian dan tetap memengaruhi kualitas tidur, terutama jika dikonsumsi pada sore atau malam hari.
Berbagai penelitian menunjukkan kafein dapat mengurangi total durasi tidur, meningkatkan frekuensi terbangun di malam hari, serta mengganggu tidur non-REM yang bersifat paling memulihkan.
Baca juga: 5 Jus Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Nomor 4 Paling Direkomendasikan untuk Hipertensi
Lalu apa hubungannya dengan mimpi? Walau belum banyak penelitian yang secara khusus meneliti mimpi setelah berhenti minum kafein, kualitas tidur memiliki kaitan erat dengan aktivitas mimpi.
Ketika asupan kafein dikurangi, tidur cenderung menjadi lebih panjang dan lebih utuh.
Kondisi ini memungkinkan tubuh mendapatkan lebih banyak fase tidur REM (rapid eye movement), yaitu fase tidur saat otak sangat aktif dan mimpi paling sering terjadi.
| 8 Makanan Terbaik untuk Kulit, Rambut dan Kuku Sehat, Dari Alpukat hingga Ikan Berlemak |
|
|---|
| Heboh Kasus PNJ, Bisakah LGBT Sembuh? dr Boyke Ungkap Faktor 'Gifted' hingga Trauma Masa Kecil |
|
|---|
| 5 Alasan Wanita Lebih Rentan Mengalami Resistensi Insulin, Nomor 2 Sering Tak Disadari |
|
|---|
| Selain Kombucha, Ini 4 Minuman Probiotik yang Baik untuk Pencernaan dan Kesehatan Usus |
|
|---|
| Dosen Poltekkes Aceh Edukasikan Deteksi Dini Diabetes ke Kader Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/berikut-ini-beberapa-alasan-seseorang-kelelahan-setelah-minum-kopi.jpg)