Rabu, 3 Juni 2026

Kesehatan

8 Manfaat Puasa untuk Kesehatan, dari Jantung Hingga Mental

Manfaat ini optimal jika puasa dijalankan dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
ILUSTRASI PUASA - Puasa Ramadhan tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental.  

Ia menjelaskan, penyakit jantung koroner disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner akibat lemak yang menyusup dalam lapisan pembuluh darah.

Baca juga: VIDEO - Polisi Sita 300 Pil Tramadol dari Pengedar di Aceh Utara

“Sebuah penelitian menyebutkan bahwa terdapat perubahan dari profil lemak dan perbandingan lemak baik dan lemak jahat selama puasa di bulan Ramadhan,” ungkap dr Rony.

Selama bulan Ramadhan, kadar kolesterol total menurun dari 193.4±51 mg/dl menjadi 184.3±42 mg/dl setelah Ramadhan.

Begitu pula dengan kadar trigliserida menurun dari 4.5±1 mg/dl menjadi 3,9±1 mg/dl dan juga penurunan LDL.

“Sebaliknya, didapatkan peningkatan lemak baik yaitu HDL setelah puasa Ramadhan sebesar 30-40 persen pada penderita penyakit jantung,” tutur dr Rony.

Berat badan yang lebih terkendali juga berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan hipertensi.

3. Mencegah tubuh mengalami resistensi insulin

Baca juga: Ramadhan 2026 Diperkirakan Mulai 18 Februari, Ini Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Manfaat puasa lainnya menurut dr. Rony adalah membuat tubuh lebih bijak dalam menggunakan gula, sehingga ini bisa menghindari tubuh mengalami resistensi insulin yang berujung jadi diabetes melitus.

“Jika kondisi metabolisme gula terkontrol dengan baik, maka tubuh akan jauh dari risiko terjadinya penyakit jantung,” ucap dia.

“Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan menjadi dua kali sehari selama bulan Ramadhan dapat memperbaiki kondisi resistensi insulin pada penderita diabetes,” lanjut dr Rony.

4. Meningkatkan metabolisme dan proses detoksifikasi

Bertentangan dengan anggapan umum, puasa tidak serta-merta memperlambat metabolisme.

Tubuh tetap memperoleh asupan nutrisi saat sahur dan berbuka, sehingga sistem metabolik tetap aktif.

Puasa juga memicu pelepasan hormon seperti adiponektin yang membantu sel tubuh menyerap nutrisi secara lebih efektif.

Selain itu, selama sekitar 12 jam tanpa asupan, organ pencernaan seperti lambung, hati, pankreas, dan usus, mendapatkan waktu istirahat.

Fase ini membantu tubuh menjalankan proses detoksifikasi alami dan memperbaiki fungsi organ pencernaan.

5. Menjaga stabilitas gula darah

Pakar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr. Hermina Novida SpPD K-EMD FINASIM, mengatakan, puasa dapat membantu menjaga stabilitas kadar gula darah dalam tubuh.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved