Rabu, 3 Juni 2026

Kesehatan

8 Manfaat Puasa untuk Kesehatan, dari Jantung Hingga Mental

Manfaat ini optimal jika puasa dijalankan dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
ILUSTRASI PUASA - Puasa Ramadhan tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental.  

Sebab, puasa membuat tubuh mengatasi resistensi insulin, yaitu kondisi menurunnya kemampuan insulin dalam merangsang penggunaan glukosa dalam tubuh, dilansir dari situs web resmi UNAIR.

Menurut penjelasan dr. Hermina, ada mekanisme khusus dalam tubuh yang membuat puasa mampu membantu meningkatkan stabilitas gula darah.

Ketika tubuh berpuasa sehari penuh, asupan kalori yang masuk akan berkurang.

Alhasil, kadar gula darah dalam tubuh turut mengalami penurunan.

“Ketika asupan kalori berkurang, maka tubuh akan membakar simpanan dalam bentuk lemak di hati sehingga menurunkan berat badan.

Berat badan merupakan salah satu faktor yang berperan pada tingginya kadar gula darah,” terang dr. Hermina.

Selain itu, puasa juga mampu meningkatkan kadar enzim Adenosine Monophosphate-Activated Protein Kinase (AMPK), selaku salah satu regulator pusat keseimbangan homeostasis metabolik yang berperan dalam mengatur glukosa dan lipid dalam tubuh.

6. Menjaga kesehatan pencernaan dan lambung

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH menjelaskan, puasa dapat membantu menjaga kesehatan lambung jika dijalankan dengan pola yang tepat.

"Ya, jadi puasa Ramadhan ini benar-benar bermanfaat untuk masalah pencernaan kita, khususnya adalah untuk kesehatan lambung kita," ujarnya dikutip dari Instagram @dokterari melalui izin, Rabu (18/2/2026).

Kata dr Ari, salah satu penyebab utama keluhan sakit lambung adalah pola makan yang tidak teratur.

Banyak orang melewatkan waktu makan, lalu menggantinya dengan konsumsi berlebihan di waktu lain.

Kebiasaan ini dapat memicu gangguan seperti nyeri ulu hati, perut kembung, hingga maag kambuh.

Selama Ramadhan, pola makan menjadi lebih terstruktur karena hanya dilakukan saat sahur dan berbuka.

Jadwal yang konsisten ini membantu lambung beradaptasi dan bekerja lebih stabil.

Tubuh pun memiliki waktu istirahat dari proses pencernaan dalam rentang tertentu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved