Kamis, 16 April 2026

Mengapa Sering Terbangun Pukul 3 Pagi? Ini Penjelasan Ahli

Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat mengganggu kualitas istirahat jika terjadi terus-menerus. Menjaga pola tidur yang sehat dan mengelol

Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
TERBANGUN TENGAH MALAM - Foto ilustrasi seorang wanita terbangun tengah malam yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI Chat GPT, Sabtu (7/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Terbangun sekitar pukul 3 pagi dapat terjadi karena tubuh berada pada fase tidur ringan di akhir siklus tidur yang biasanya berlangsung sekitar 90 menit.
  • Stres dan pikiran yang terlalu aktif dapat meningkatkan hormon kortisol sehingga membuat seseorang lebih mudah terbangun dan sulit kembali tidur.
  • Perubahan hormon, ritme sirkadian, serta kebiasaan seperti penggunaan gadget sebelum tidur atau konsumsi kafein di malam hari juga dapat memicu gangguan tidur.

SERAMBINEWS.COM - Terbangun di tengah malam, terutama sekitar pukul 3 pagi, merupakan hal yang sangat umum dan bisa dipengaruhi oleh siklus tidur, stres, perubahan hormon, serta kebiasaan sebelum tidur.

Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat mengganggu kualitas istirahat jika terjadi terus-menerus. Menjaga pola tidur yang sehat dan mengelola stres dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Fenomena ini sangat umum terjadi dan sering menimbulkan pertanyaan: mengapa seseorang bisa terbangun pada waktu yang hampir sama setiap malam?

Brian Meusborn, PA-C, asisten dokter di Texas Health Family Care di Flower Mound, menjelaskan bahwa kebiasaan bangun di tengah malam dapat berkaitan dengan siklus tidur, stres, hingga perubahan hormon dalam tubuh, seperti dikutip dari Sleep Foundation.

Berkaitan dengan Siklus Tidur Selama tidur, tubuh melalui beberapa tahap yang dikenal sebagai siklus tidur, termasuk fase tidur ringan, tidur dalam, dan fase Rapid Eye Movement (REM).

Satu siklus tidur biasanya berlangsung sekitar 90 menit.

Baca juga: Kamu Susah Tidur? 60 Persen Penderita Insomnia Ternyata Punya Satu Ciri Kepribadian Ini!

Seseorang bisa lebih mudah terbangun saat tubuh berada pada fase tidur yang lebih ringan di akhir siklus tersebut.

Jika seseorang tidur sekitar pukul 22.00 atau 23.00, maka beberapa siklus tidur akan berlangsung hingga dini hari.

Pada titik tertentu sekitar pukul 3 pagi, tubuh mungkin berada pada fase tidur yang lebih ringan, sehingga lebih mudah terbangun oleh gangguan kecil seperti suara, cahaya, atau perubahan suhu. 

Saat seseorang sedang cemas atau memikirkan banyak hal, tubuh dapat menghasilkan hormon stres seperti kortisol.

Hormon ini membantu tubuh tetap waspada. Ketika kadarnya meningkat pada malam hari, seseorang bisa lebih mudah terbangun dan sulit kembali tidur.

Stres yang tidak terselesaikan sering membuat otak tetap aktif bahkan ketika tubuh sedang beristirahat.

Selain stres, perubahan hormon juga dapat memengaruhi pola tidur seseorang.

Baca juga: Sering Insomnia? Cobalah Minum 6 Teh Ini, Berkhasiat Meningkatkan Kualiatas Tidur

Tubuh secara alami mengikuti ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur kapan kita merasa mengantuk dan kapan kita terjaga.

Pada dini hari, tubuh mulai mempersiapkan diri untuk bangun dengan meningkatkan produksi hormon tertentu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved