Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Kesehatan

Sering Tidur Setelah Makan? Ini 5 Risiko yang Mengintai, dari Asam Lambung hingga Berat Badan Naik

Saat langsung berbaring setelah makan, kerja sistem ini bisa terganggu dan memicu berbagai keluhan.

Editor: Amirullah
lifestyle.kompas.com
ilustrasi tidur setelah makan 

SERAMBINEWS.COM – Banyak orang menganggap tidur setelah makan sebagai hal biasa.

Rasa kenyang yang datang memang sering diikuti kantuk, apalagi setelah makan besar.

Namun, kebiasaan ini ternyata tidak sesederhana itu. Di balik rasa nyaman sesaat, ada sejumlah dampak yang bisa memengaruhi kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan.

Secara alami, tubuh membutuhkan posisi tegak agar proses pencernaan berjalan dengan baik.

Saat langsung berbaring setelah makan, kerja sistem ini bisa terganggu dan memicu berbagai keluhan.

Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai jika sering tidur setelah makan:

1. Mengganggu proses pencernaan

Posisi tubuh sangat berpengaruh terhadap kelancaran pencernaan. Duduk atau berdiri membantu makanan bergerak dari lambung ke usus.

Sebaliknya, berbaring justru memperlambat proses tersebut. Akibatnya, perut bisa terasa penuh, kembung, hingga tidak nyaman.

Selain itu, posisi tidur juga dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan, menimbulkan sensasi panas di dada, mual, bahkan keinginan muntah.

2. Menurunkan kualitas tidur

Tidur setelah makan, terutama setelah menyantap makanan berat atau berlemak, dapat membuat tidur jadi tidak nyenyak.

Perut yang masih bekerja mencerna makanan bisa menimbulkan rasa begah atau nyeri ringan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dikaitkan dengan gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea.

3. Meningkatkan risiko kenaikan berat badan

Langsung tidur setelah makan membuat tubuh tidak sempat membakar kalori yang baru masuk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved