Kesehatan
Sering Keputihan? Waspada, Bisa Bikin Siklus Haid Berantakan! Ini Kata dr Boyke
Dr Boyke menjelaskan bahwa infeksi pada keputihan bisa menyebar hingga ke indung telur, tempat produksi hormon kewanitaan.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM - Keputihan yang sering dialami perempuan ternyata tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi juga bisa memengaruhi siklus menstruasi, terutama jika disebabkan oleh infeksi.
Dokter sekaligus seksolog, Dr Boyke Dian Nugraha, menjelaskan bahwa infeksi pada keputihan bisa menyebar hingga ke indung telur, tempat produksi hormon kewanitaan.
“Kalau keputihannya itu infeksi, infeksi tersebut bisa menyebar ke indung telur. Dampaknya bisa mengganggu keseimbangan hormon, sehingga siklus haid menjadi tidak teratur,” ujarnya dikutip dari TikTok Klinik Pasutri dr Boyke, Jumat (3/4/2026).
Infeksi Jadi Penyebab Utama
Menurut dr Boyke, sekitar 70 persen kasus keputihan di klinik disebabkan oleh infeksi.
Penyebabnya beragam, mulai dari jamur, bakteri, hingga penyakit menular seksual.
Selain itu, kebiasaan kurang tepat dalam membersihkan organ intim juga bisa memicu keputihan.
Baca juga: Keputihan Paling Sering Dipicu Infeksi, dr Boyke Ungkap Ciri Normal dan yang Harus Diwaspadai
Sementara sisanya, sekitar 30 persen, dipengaruhi faktor lain seperti stres atau perubahan hormonal.
Kenali Perbedaan Keputihan Normal dan Berbahaya
Keputihan tidak selalu berbahaya. Ada yang tergolong fisiologis (normal) dan tidak memerlukan pengobatan. Ciri-cirinya:
- Berwarna bening
- Tidak berbau
- Tidak menimbulkan rasa gatal
- Muncul pada waktu tertentu, seperti setelah menstruasi, saat masa subur, atau saat terangsang
Sebaliknya, keputihan yang patologis perlu diwaspadai, ditandai dengan:
- Warna berubah (kuning, hijau, atau merah)
- Tekstur kental
- Berbau tidak sedap
- Disertai gatal atau tidak nyaman
Baca juga: Ibu Hamil Dilarang Minum Kopi? Ini Penjelasan dr Boyke soal Dampaknya bagi Janin
“Kalau kental, harus dilihat apakah disertai gatal atau tidak, serta kapan keputihan terjadi, misalnya setelah haid atau saat terangsang,” jelas dokter.
dr Boyke menegaskan, jika keputihan disebabkan infeksi dan tidak ditangani, risiko gangguan hormonal hingga siklus haid berantakan akan meningkat.
Oleh karena itu, perempuan disarankan untuk segera memeriksakan diri ke tenaga medis jika mengalami keputihan yang tidak normal.
“Yang paling penting adalah membedakan apakah ini keputihan normal atau yang harus diobati,” pungkasnya.
dr Boyke Larang Semprot Minyak Wangi ke Miss V, Ini Bahaya & Tips Rawat Organ Intim yang Benar
Menjaga kebersihan area kewanitaan atau Miss V adalah hal yang sangat penting bagi setiap wanita.
Namun, banyak yang salah kaprah dalam melakukan perawatan, termasuk menggunakan produk yang justru membahayakan kesehatan organ intim.
dr Boyke
kesehatan
keputihan
haid
Siklus Haid Normal
siklus haid tidak lancar
Serambi Indonesia
Seksolog
| Manfaat Labu Siam untuk Kesehatan, Bantu Kontrol Tekanan Darah hingga Gula Darah |
|
|---|
| 5 Makanan Pemicu Kolesterol Tinggi yang Sebaiknya Dibatasi, Gorengan hingga Junk Food |
|
|---|
| 4 Bahaya Lemak Trans bagi Kesehatan, Bisa Picu Penyakit Jantung hingga Stroke |
|
|---|
| 5 Tanda Gangguan Pencernaan yang Sering Diabaikan, dari Perut Kembung hingga Asam Lambung Naik |
|
|---|
| 5 Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Daging Olahan hingga Alkohol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seksolog-dr-Boyke-mengungkap-penyebab-dan-cara-mengatasi-gatal-di-area-kewanitaan.jpg)