Selasa, 7 April 2026

Kesehatan

Sering Keputihan? Waspada, Bisa Bikin Siklus Haid Berantakan! Ini Kata dr Boyke

Dr Boyke menjelaskan bahwa infeksi pada keputihan bisa menyebar hingga ke indung telur, tempat produksi hormon kewanitaan.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nur Nihayati
YouTube Kacamata dr Boyke
Dokter sekaligus seksolog, Dr Boyke Dian Nugraha, menjelaskan bahwa infeksi pada keputihan bisa menyebar hingga ke indung telur, tempat produksi hormon kewanitaan 

SERAMBINEWS.COM - Keputihan yang sering dialami perempuan ternyata tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi juga bisa memengaruhi siklus menstruasi, terutama jika disebabkan oleh infeksi.

Dokter sekaligus seksolog, Dr Boyke Dian Nugraha, menjelaskan bahwa infeksi pada keputihan bisa menyebar hingga ke indung telur, tempat produksi hormon kewanitaan.

“Kalau keputihannya itu infeksi, infeksi tersebut bisa menyebar ke indung telur. Dampaknya bisa mengganggu keseimbangan hormon, sehingga siklus haid menjadi tidak teratur,” ujarnya dikutip dari TikTok Klinik Pasutri dr Boyke, Jumat (3/4/2026).

Infeksi Jadi Penyebab Utama

Menurut dr Boyke, sekitar 70 persen kasus keputihan di klinik disebabkan oleh infeksi.

Penyebabnya beragam, mulai dari jamur, bakteri, hingga penyakit menular seksual.

Selain itu, kebiasaan kurang tepat dalam membersihkan organ intim juga bisa memicu keputihan.

Baca juga: Keputihan Paling Sering Dipicu Infeksi, dr Boyke Ungkap Ciri Normal dan yang Harus Diwaspadai

Sementara sisanya, sekitar 30 persen, dipengaruhi faktor lain seperti stres atau perubahan hormonal.

Kenali Perbedaan Keputihan Normal dan Berbahaya

Keputihan tidak selalu berbahaya. Ada yang tergolong fisiologis (normal) dan tidak memerlukan pengobatan. Ciri-cirinya:

  • Berwarna bening
  • Tidak berbau
  • Tidak menimbulkan rasa gatal
  • Muncul pada waktu tertentu, seperti setelah menstruasi, saat masa subur, atau saat terangsang

Sebaliknya, keputihan yang patologis perlu diwaspadai, ditandai dengan:

  • Warna berubah (kuning, hijau, atau merah)
  • Tekstur kental
  • Berbau tidak sedap
  • Disertai gatal atau tidak nyaman

Baca juga: Ibu Hamil Dilarang Minum Kopi? Ini Penjelasan dr Boyke soal Dampaknya bagi Janin

“Kalau kental, harus dilihat apakah disertai gatal atau tidak, serta kapan keputihan terjadi, misalnya setelah haid atau saat terangsang,” jelas dokter.

dr Boyke menegaskan, jika keputihan disebabkan infeksi dan tidak ditangani, risiko gangguan hormonal hingga siklus haid berantakan akan meningkat.

Oleh karena itu, perempuan disarankan untuk segera memeriksakan diri ke tenaga medis jika mengalami keputihan yang tidak normal.

“Yang paling penting adalah membedakan apakah ini keputihan normal atau yang harus diobati,” pungkasnya.

dr Boyke Larang Semprot Minyak Wangi ke Miss V, Ini Bahaya & Tips Rawat Organ Intim yang Benar

Menjaga kebersihan area kewanitaan atau Miss V adalah hal yang sangat penting bagi setiap wanita.

Namun, banyak yang salah kaprah dalam melakukan perawatan, termasuk menggunakan produk yang justru membahayakan kesehatan organ intim.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved