Jumat, 1 Mei 2026

Kesehatan

Dr Boyke Ingatkan Suami: Jangan Merokok dan Begadang Saat Istri Program Hamil, Ini Dampaknya!

Dr Boyke juga mengibaratkan kehamilan seperti aktivitas fisik berat yang membutuhkan stamina dan persiapan matang.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
YouTube Kacamata dr Boyke
Seksolog dr Boyke. 

SERAMBINEWS.COM – Peran suami dalam program hamil (promil) ternyata sangat besar dan tidak bisa dianggap sepele. Hal ini ditegaskan oleh Dr Boyke Dian Nugraha yang mengingatkan pentingnya menjaga gaya hidup sehat demi meningkatkan peluang kehamilan.

Menurutnya, keberhasilan program hamil bukan hanya tanggung jawab istri, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik dan kualitas sperma dari pihak suami.

“Kalau sudah merencanakan kehamilan, suami tolong jangan merokok, jangan minum, dan jangan begadang,” ujar Dr Boyke dalam penjelasannya dikutip dari YouTube Kacamata dr Boyke, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, hingga kurang tidur dapat memengaruhi kualitas sperma. Padahal, kualitas sperma yang baik menjadi salah satu faktor utama dalam proses pembuahan.

Tak hanya itu, Dr Boyke juga mengibaratkan kehamilan seperti aktivitas fisik berat yang membutuhkan stamina dan persiapan matang.

“Hamil itu seperti lari maraton. Butuh kondisi tubuh yang sehat, stamina yang baik, dan persiapan yang matang dari kedua pasangan,” jelasnya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Minum Es Saat Haid Bikin Darah Membeku? Ini Kata Seksolog Dr Boyke

Selain suami, calon ibu juga diingatkan untuk menjaga berat badan ideal sebelum hamil. Berat badan yang terlalu berlebih atau kurang dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan peluang kehamilan.

Dalam tahap prakehamilan, asupan nutrisi juga menjadi hal penting. Dr Boyke menekankan pentingnya konsumsi protein yang cukup, baik untuk meningkatkan kualitas sperma pada pria maupun kualitas sel telur pada wanita.

“Protein itu penting untuk keduanya. Pada pria membantu kualitas sperma, sementara pada wanita membantu produksi sel telur lebih baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga menyarankan pasangan untuk memahami waktu subur agar peluang kehamilan semakin besar. Masa subur biasanya terjadi pada hari ke-11 hingga ke-17 setelah hari pertama haid.

Selain faktor fisik, hubungan suami istri juga disebut memiliki peran penting. Menurut Dr Boyke, hubungan intim bukan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga bentuk kasih sayang dan kedekatan emosional antara pasangan.

“Adaptasi dalam hubungan itu normal. Seks bukan hanya melampiaskan nafsu, tetapi juga bentuk kasih sayang,” ungkapnya.

Baca juga: Makan Daging atau Sayur saat Program Hamil Bisa Tentukan Jenis Kelamin Anak? Ini Kata dr Boyke

Dengan persiapan yang matang, baik dari sisi kesehatan, pola hidup, maupun hubungan emosional, peluang untuk mendapatkan keturunan pun akan semakin besar.

Dr Boyke pun mengingatkan agar pasangan tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga menikmati setiap proses dalam perjalanan menuju kehamilan.

(Serambinews.com/Firdha)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved