Senin, 18 Mei 2026

Kesehatan

9 Penyebab Kolesterol Tinggi di Usia Muda, Diam-diam Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Jika kadar LDL meningkat, risiko penumpukan plak pada pembuluh darah ikut bertambah.

Tayang:
Editor: Amirullah
freepik
Ilustrasi hasil cek kolesterol 

SERAMBINEWS.COM - Kolesterol tinggi tak lagi identik dengan usia lanjut. Kini, kondisi tersebut juga banyak ditemukan pada kelompok usia muda, terutama akibat pola makan yang kurang sehat dan gaya hidup minim aktivitas.

Masalah kolesterol sering kali tidak disadari karena gejalanya kerap muncul perlahan. Padahal, kadar kolesterol yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai penyakit serius, termasuk gangguan jantung dan pembuluh darah.

Secara umum, kadar kolesterol baik atau HDL berada di kisaran 40–60 mg/dL. Sementara kolesterol jahat atau LDL dianjurkan tetap di bawah 100 mg/dL.

Jika kadar LDL meningkat, risiko penumpukan plak pada pembuluh darah ikut bertambah. Kondisi tersebut bisa menghambat aliran darah dan berdampak pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Berikut sejumlah penyebab kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai sejak usia muda:

1. Pertambahan usia

Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh cenderung melambat. Akibatnya, tubuh lebih mudah mengalami penumpukan lemak, termasuk kolesterol.

Meski begitu, kolesterol tinggi tetap bisa terjadi pada usia muda jika pola hidup sehat tidak diterapkan sejak dini.

2. Konsumsi makanan berlemak dan minuman manis

Makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan, daging olahan, keju, hingga fast food dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Tak hanya itu, kebiasaan mengonsumsi minuman manis seperti soda dan minuman kekinian juga dapat mengganggu metabolisme lemak dalam tubuh.

3. Kurang aktivitas fisik

Terlalu lama duduk dan jarang bergerak dapat memicu penumpukan lemak. Gaya hidup sedentari bukan hanya meningkatkan kolesterol jahat, tetapi juga memperbesar risiko obesitas.

Aktivitas fisik rutin penting untuk membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol.

4. Faktor genetik

Kolesterol tinggi juga bisa dipengaruhi faktor keturunan. Kondisi ini dikenal sebagai familial hypercholesterolemia, yakni gangguan genetik yang membuat kadar kolesterol tetap tinggi meski sudah menjalani pola hidup sehat.

5. Gangguan hormon tiroid

Penurunan fungsi kelenjar tiroid dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk proses pengolahan lemak.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut bisa menyebabkan kadar kolesterol meningkat.

6. Kebiasaan konsumsi alkohol

Minuman beralkohol dapat mengganggu fungsi hati, organ yang berperan penting dalam mengatur kadar kolesterol.

Konsumsi alkohol berlebihan juga berisiko meningkatkan kadar lemak dalam darah.

7. Stres berkepanjangan

Stres dapat memicu perubahan hormon yang memengaruhi metabolisme tubuh.

Selain itu, kondisi ini sering membuat seseorang makan berlebihan, terutama makanan tinggi lemak dan gula yang dapat memperburuk kadar kolesterol.

8. Kehamilan dan menopause

Perubahan hormon saat kehamilan dapat meningkatkan kadar kolesterol secara alami demi mendukung perkembangan janin.

Sementara pada masa menopause, penurunan hormon estrogen membuat keseimbangan kolesterol dalam tubuh ikut terganggu.

9. Penyakit tertentu

Beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, obesitas, serta gangguan ginjal dan hati dapat memicu peningkatan kolesterol.

Selain itu, gangguan hormonal seperti PCOS dan masalah pertumbuhan juga turut berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Kolesterol tinggi di usia muda sebaiknya tidak dianggap sepele. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved