Kesehatan
Dokter Sebut Jalan Kaki Ternyata Jadi Cara Paling Efektif Turunkan Berat Badan
Menurut Dr. Blen Tesfu, dokter sekaligus Penasihat Medis di Welzo yang fokus pada kesehatan preventif dan gaya hidup
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Dokter Sebut Jalan Kaki Ternyata Jadi Cara Paling Efektif Turunkan Berat Badan
SERAMBINEWS.COM- Banyak orang menganggap penurunan berat badan harus dicapai lewat olahraga berat di gym.
Namun, seorang dokter menilai ada satu jenis latihan yang justru paling efektif namun sering diabaikan yaitu jalan kaki.
Dilansir melalui GB News (15/5/2026), menurut Dr. Blen Tesfu, dokter sekaligus Penasihat Medis di Welzo yang fokus pada kesehatan preventif dan gaya hidup, jalan kaki merupakan salah satu metode paling aman dan konsisten untuk mengurangi lemak tubuh, terutama lemak visceral atau lemak perut yang berbahaya bagi kesehatan.
Ia menegaskan bahwa berbagai penelitian ilmiah menunjukkan jalan kaki intensitas sedang dapat membantu mengurangi lemak perut secara bertahap sekaligus memperbaiki fungsi metabolisme tubuh.
Baca juga: 10 Jus Penurun Gula Darah yang Baik Dikonsumsi Rutin, dari Apel hingga Buah Naga
Terbukti Secara Ilmiah Turunkan Lemak Visceral
Sebuah meta-analisis tahun 2023 yang dipublikasikan dalam Obesity Reviews menemukan bahwa olahraga aerobik intensitas rendah hingga sedang mampu mengurangi lemak visceral sekitar 3,4 persen dalam waktu 12 minggu pada orang dewasa yang kurang aktif.
Meski hasilnya tidak instan, para ahli menilai efek jangka panjang dari kebiasaan ini sangat signifikan jika dilakukan secara konsisten.
Dr. Tesfu menjelaskan bahwa jalan kaki bekerja melalui efek kumulatif, yaitu dampak kecil yang terus menumpuk dari waktu ke waktu hingga menghasilkan perubahan besar pada tubuh.
Baca juga: 7 Minuman yang Terbukti Menyehatkan Otak dan Menguatkan Daya Ingat, Dari Teh Hijau hingga Jus Delima
Lebih Mudah Dilakukan dan Lebih Konsisten
Jika dibandingkan dengan olahraga intensitas tinggi seperti HIIT, jalan kaki memiliki tingkat keberlanjutan yang jauh lebih tinggi.
Data menunjukkan program HIIT memiliki tingkat putus latihan antara 25–40 persen dalam 12 minggu. Sementara itu, program jalan kaki mempertahankan peserta dengan tingkat putus di bawah 15 persen.
“Penurunan lemak yang benar-benar terjadi lebih baik daripada penurunan lemak yang hanya direncanakan,” ujar Dr. Tesfu.
Menurutnya, keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh intensitas olahraga, tetapi oleh konsistensi yang bisa dipertahankan bertahun-tahun.
Baca juga: Rutin Makan Timun, Ini 5 Khasiatnya untuk Tekanan Darah Tinggi
Dampak pada Hormon dan Lemak Perut
Jalan kaki juga membantu mengatur hormon penting seperti insulin dan kortisol. Kedua hormon ini berperan dalam cara tubuh menyimpan lemak, terutama di area perut.
Olahraga intensitas tinggi memang bisa membakar kalori lebih cepat, tetapi pada sebagian orang justru meningkatkan kadar kortisol yang dapat memperburuk penumpukan lemak perut, terutama jika dilakukan berlebihan.
Sebaliknya, jalan kaki membantu menjaga kadar kortisol tetap stabil dan lebih ramah bagi tubuh yang mengalami stres atau kurang tidur.
Tetap Perlu Kombinasi Gaya Hidup Sehat
| 7 Cara Merawat Kulit Pria agar Tidak Cepat Keriput, Bantu Wajah Tetap Awet Muda |
|
|---|
| Sudah Rutin Berjemur tapi Masih Kekurangan Vitamin D? Ini 5 Penyebab yang Sering Tak Disadari |
|
|---|
| 4 Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Bisa Merusak Ginjal, Jangan Dianggap Remeh |
|
|---|
| 10 Makanan dan Minuman Pemicu Obesitas yang Sering Dikonsumsi Sehari-hari |
|
|---|
| 5 Manfaat Moisturizer untuk Wajah, Bantu Jaga Kulit Tetap Lembap dan Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-kaki-memberikan-manfaat-yang-baik-bagi-penderita-diabetes.jpg)