Kesehatan
Beda Olahraga, Beda Cedera, Kenali Batas Nyeri Tubuh Agar Terhindar dari Risiko Serius
Olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, tetapi tetap memiliki risiko cedera jika dilakukan tanpa persiapan dan teknik
Ringkasan Berita:
- Setiap jenis olahraga memiliki risiko cedera yang berbeda.
- Nyeri otot setelah berolahraga merupakan hal yang normal, tetapi rasa sakit yang bertahan selama beberapa hari dan terus dipaksakan harus diwaspadai sebagai tanda cedera.
- Faktor anatomi tubuh turut memengaruhi risiko cedera; pria lebih rentan cedera punggung akibat angkat beban, sedangkan perempuan memiliki risiko cedera ACL yang lebih tinggi.
SERAMBINEWS.COM - Olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, tetapi tetap memiliki risiko cedera jika dilakukan tanpa persiapan dan teknik yang tepat.
Setiap jenis olahraga memiliki karakteristik cedera yang berbeda, mulai dari cedera otot dan tendon pada olahraga ketahanan hingga cedera lutut dan bahu pada olahraga beregu.
Olahraga tarung profesional justru memiliki tingkat cedera berat yang relatif terkendali karena pengawasan yang ketat.
Mengenali batas kemampuan tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah cedera yang lebih serius.
Nyeri otot setelah berolahraga memang normal, terutama bagi pemula, tetapi rasa sakit yang berlangsung lama tidak boleh diabaikan.
Memaksakan diri berlatih saat tubuh memberikan sinyal cedera dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Baca juga: Diva Azahra, Siswa SDN 1 Langsa Raih Juara 1 Cabor Atletik O2SN Tingkat Kota Langsa 2026
Faktor anatomi dan jenis kelamin juga memengaruhi tingkat kerentanan terhadap cedera tertentu.
Dengan memahami risiko dan tanda-tanda cedera, masyarakat dapat berolahraga dengan lebih aman dan optimal.
Konsultan Senior Ahli Bedah Ortopedi di Mount Elizabeth Hospitals Singapura, dr. Alan Cheung, menjelaskan bahwa setiap jenis olahraga memiliki pola cedera yang berbeda sesuai dengan dampaknya terhadap anatomi tubuh manusia.
Menurutnya, olahraga yang berfokus pada ketahanan fisik (endurance) umumnya menyebabkan gangguan pada otot, tulang, dan ligamen di area tungkai.
Cedera yang sering terjadi antara lain shin splints atau peradangan tulang yang menimbulkan rasa nyeri, serta peradangan tendon di sekitar lutut akibat gerakan berulang.
Sementara itu, pada olahraga tarung atau combat sports, tingkat cedera berat relatif lebih terkendali karena adanya regulasi ketat dan pengawasan wasit yang dapat menghentikan pertandingan sebelum atlet mengalami cedera serius.
Baca juga: Benarkah Durian Bikin Kolesterol Melonjak? Pakar IPB Ungkap Faktanya
Cedera yang umum terjadi meliputi gegar otak, patah tulang, dan memar.
Risiko cedera yang lebih berat justru banyak ditemukan pada olahraga beregu dengan kontak fisik tinggi di lapangan terbuka.
Salah satu cedera yang sering terjadi adalah robeknya anterior cruciate ligament (ACL), yaitu ligamen penting pada lutut yang berfungsi menjaga stabilitas pergerakan kaki.
Selain itu, dislokasi bahu juga menjadi cedera yang cukup umum ditemukan.
Dr. Cheung menegaskan bahwa mengenali tanda-tanda cedera merupakan tanggung jawab setiap pegiat olahraga.
Banyak orang sulit membedakan antara nyeri otot normal setelah berolahraga dan tanda cedera yang membutuhkan penanganan medis.
Menurutnya, nyeri otot yang muncul setelah berolahraga, terutama bagi pemula, merupakan kondisi yang wajar.
Namun, rasa sakit yang bertahan selama beberapa hari dan terus dipaksakan saat berlatih tidak boleh diabaikan karena dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius dan permanen.
Selain jenis olahraga, faktor anatomi tubuh juga berpengaruh terhadap risiko cedera.
Pria cenderung lebih sering mengalami cedera punggung dan tubuh bagian atas karena kebiasaan mengangkat beban yang lebih berat saat berolahraga.
Di sisi lain, perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera ACL dibandingkan pria.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor mekanis pada struktur tubuh serta faktor hormonal yang berkaitan dengan siklus menstruasi. (*)
Sumber: https://health.kompas.com/read/26F04192422768/beda-olahraga-beda-cederanya-kenali-batas-nyeri-tubuh
| Benarkah Durian Bikin Kolesterol Melonjak? Pakar IPB Ungkap Faktanya |
|
|---|
| 8 Sayuran yang Bantu Tingkatkan Kolagen Alami, Kulit Tetap Kencang dan Sendi Lebih Sehat |
|
|---|
| 8 Makanan Terbaik untuk Kulit, Rambut dan Kuku Sehat, Dari Alpukat hingga Ikan Berlemak |
|
|---|
| Heboh Kasus PNJ, Bisakah LGBT Sembuh? dr Boyke Ungkap Faktor 'Gifted' hingga Trauma Masa Kecil |
|
|---|
| 5 Alasan Wanita Lebih Rentan Mengalami Resistensi Insulin, Nomor 2 Sering Tak Disadari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/olahraga-04062026.jpg)